RSS

Sabtu, 05 Desember 2009

Tips Membeli Domain Dan Hosting

Sesudah anda mulai menulis beberapa buah konten, maka sekaranglah waktunya anda melakukan pembelian domain dan hosting. Loh Fan, bukannya terbalik prosesnya? Nggak juga. Ini sama aja dengan anda menabung beberapa perabotan yang anda sukai, lalu setelah tabungan anda mencukupi baru beli rumahnya, sehingga ketika anda menempati rumah baru itu, anda sudah bisa merasa nyaman dengan perabotan pilihan anda juga.

Kalo anda beli domain + hosting duluan, padahal anda masih harus riset keyword, riset competitor, riset affiliate, lalu menulis konten, beberapa bulan akan tersia-sia dari masa berlakunya domain + hosting itu. Ingat, domain yang kita beli itu jangka waktunya setahun. Kalo sebulan aja dianggurin, mubazir kan? Jadi mending konten udah siap semua, lalu begitu anda beli domain bisa langsung diupload. Hehehe…mau jadi pengusaha, harus mikir cara pengusaha dong!

Memang sih ada yang bilang bahwa domain yang lama dianggurin bisa lebih cepat terindeks ama Google, tapi aku kok ga terlalu percaya ya? Apa ada teman-teman yang punya pengalaman? Selama ini aku berpikir praktis aja, kalo belum perlu ngapain beli sekarang? Siapa tahu di tengah proses kita ga jadi nerusin tema yang udah kita pilih? Kan jadi sia-sia tuh…

Dalam membeli domain, yang paling penting adalah menentukan nama domain itu. Masih ingat artikel yang lalu? keyword niche harus tercantum, salah satunya, dalam nama domain. Kalo anda mencari nama untuk toko, memang harus nama yang indah, pendek dan mudah diingat. Tapi kalo nama domain, bukan hanya indah dan pendek, yang penting adalah keyword niche yang anda bidik harus tercantum di nama domain itu. Yang terbaik adalah kalo keyword niche itu sendiri yang jadi nama domain.

Misalnya keyword niche yang dibidik adalah ‘jogging tips’, maka kalo bisa cari domain: joggingtips.com atau jogging-tips.com. Gimana kalo kedua nama itu ga tersedia? Coba ditambah dengan kata lain, mis. best-jogging-tips.com atau my-jogging-tips.com. Atau utak-atik pemakaian tanda (-), pake dan tidak. Dalam hal ini anda harus ekstra kreatif agar:
  1. Keyword niche tercantum di domain itu
  2. Nama domain sependek mungkin
  3. Ketika orang membaca nama domain itu, langsung akan mengetahui kira-kira situs atau blog anda membahas tentang apa.
Yang penting juga diingat, belilah domain [dot]com! Jangan [dot]net apalagi [dot]co[dot]cc. Domain [dot]com tetap yang paling bagus buat image professional anda. Dan JANGAN sekali-kali pake blog gratisan macam blogspot dan wordpress ya! Masak mau bisnis, fasilitas gratisan?? Lagipula, harga domain sekarang murah kok, di kisaran 95ribu-an untuk setahun. Lalu dimana belinya? Sebaiknya anda beli domain di tempat yang sama dengan beli hosting.

Untuk beli hosting, pilihlah yang sudah punya nama, yang perusahaannya bonafide dan pemakainya banyak (cari di daftar customer dan lihat juga testimony). Keuntungan beli hosting dan domain di tempat yang sama adalah, si penyedia akan langsung mengarahkan domain yang anda beli ke server hosting mereka, sehingga begitu sudah aktif anda tinggal langsung pake aja.

O ya, untuk hosting, karena anda masih baru mulai dan jumlah bandwith yang akan dipakai belum banyak, lebih baik beli yang minim aja, sekitar 1-2Gb. Lihat pemakaian anda selama setahun itu, kalo dirasa udah hampir mencapai plafon bandwithnya, baru anda upgrade ke paket hosting yang lebih tinggi. Lagi-lagi percuma aja beli bandwith besar kalo pengunjung anda baru 10-20 orang per hari kan?

Oke? Sudah siapkah anda memutuskan membeli domain dan hosting? Berarti anda sudah benar-benar siap untuk terjun ke bisnis IrMa. Sampe jumpa ya di posting selanjutnya….

Rabu, 02 Desember 2009

Menentukan Gaya Penulisan Konten Yang Bagus

Perasaan, Fanda beberapa posting terakhir ini nulis tentang konten terus deh! Memang, bukannya mau membuat anda bosan, tapi itu karena konten adalah bagian terpenting dari sebuah situs/blog. Ingat! Tujuan orang pergi ke search engine adalah karena ia butuh informasi. Meskipun ia berniat untuk membeli barang pun, ia tetap butuh informasi mengenai barang itu kan? Beli barang via belanja online kan ga bisa melihat dan memegang-megang barangnya, jadi mereka harus yakin membeli barang yang benar dengan memperoleh sebanyak mungkin informasi mengenai barang itu.

Alasan lain, adalah karena Google sebagai search engine juga amat menyukai konten. Makanya dalam IrMa, ada jargon: Content is the King! Lupakan dulu ilmu-ilmu SEO, tinggalkan dulu Page Rank, jangan pikirkan tentang Google Adsense atau monetize blog. Sekarang, lakukan langkah yang paling penting dulu, dan letakkan dasar dari bisnis IrMa anda, MENULIS KONTEN! Kalo dari awal anda kurang optimal menulis konten, 1001 SEO yang paling jitupun ga akan mendatangkan penghasilan yang optimal.

Jadi…sekali lagi… Bisnis IrMa adalah bisnis serius. Seserius bisnis-bisnis lainnya di dunia bisnis. Rule-nya gampang, kalo anda mau hasil maksimal, lakukan usaha maksimal. Ga ada ceritanya iseng-iseng bisa menghasilkan duit banyak (ada sih memang, tapi itu kan hanya mungkin 1 atau 0,1% aja? Apa anda mau pasrah dan berharap jadi yang 0,1% itu? Atau anda mau take action untuk memperoleh hasil optimal?).

Balik (lagi) ke konten. Konten yang baik adalah yang tulisannya enak dibaca. Sekarang ini orang semakin suka dengan segala hal yang sifatnya ‘personal’. Mereka sudah lelah dikibuli oleh perusahaan-perusahaan besar yang hanya memikirkan keuntungan mereka sendiri. Sebaliknya, mereka lebih percaya pada orang-orang biasa seperti diri mereka sendiri di seluruh belahan dunia yang punya kompetensi di bidangnya. Karena itu, seorang webmaster (pemilik website) atau blogger diharapkan menjadi seorang ahli pada topik yang ia angkat menjadi tema tulisan-tulisannya.

Dan meskipun ahli, orang selalu mengharapkan adanya kehangatan orang lain, meski dalam tulisan sekalipun. Makanya, ketika anda menulis, menulislah seolah-olah anda sedang berbicara pada pembaca anda. Tapi…kan pembacaku belum tentu orangnya sama? Jadi cara bicaraku pasti lain dong kalo aku ngomong dengan kakek-kakek ama anak kecil??

Untungnya…anda sudah menentukan topik niche untuk calon situs/blog anda. Sekarang, inilah yang harus anda lakukan untuk menentukan gaya penulisan yang akan anda terapkan pada konten anda:

Tentukan target pembaca situs/blog anda, berdasarkan topik niche yang anda pilih. Secara gender, tingkat sosial, umur, maupun kondisi mental mereka, juga apa harapan mereka. [Hah…rumit amat sih??] Nggak kok…kita akan pake logika aja. Misalnya nih…anda pilih topik ‘tips for travelling’. Bayangkan, kira-kira siapa yang akan mencari di Google, tips untuk travelling? Mmm…keluarga muda/menengah? [kalo generasi tua biasanya udah punya pengalaman dan untuk amannya mereka akan mengulangi aja pengalaman di masa lalu]. Jadi keluarga muda, usia? Antara 20-45 tahun kali ya? Tingkat sosial? Di sini anda harus menentukan apakah anda akan mengulas tentang liburan yang murah tapi meriah? Atau justru liburan yang kelas mewah?

Ambil aja yang murah-meriah deh, berarti tingkat sosial mengengah-ke bawah. Lalu apa yang mereka harapkan? Tips berlibur yang murah dan efektif. Kondisi mental mereka tentu aja excited karena memikirkan liburan!

Dengan berbekal pengetahuan tadi, anda harus menulis seolah-olah anda lagi ngomong ama sepasang suami istri yang lagi mau liburan. Bayangin deh wajah mereka berdua (misalnya Brad Pitt ama Angelina Jolie yang barusan bangkrut, hehehe…). Kira-kira gimana anda akan ngomong dengan mereka? Yang pasti kata gantinya pasti pake ‘you’ (kata ganti orang kedua jamak). Mungkin supaya lebih santai (orang lagi mikirin liburan kan bawaannya pasti santai?), anda kadang-kadang bisa pake ‘you guys’.

SELALU mulailah dengan menulis untuk Home page anda lebih dulu. Tulisan ini harus SEMPURNA, karena ia adalah tempat pertama yang dikunjungi orang. Kalo tulisan anda di sini belepotan, orang akan ogah masuk lebih dalam ke halaman-halaman yang lain. Ibaratnya home page adalah toko anda, kalo begitu masuk orang melihat toko anda kotor, suram, rak-raknya banyak yang kosong, ia pasti akan putar balik dan segera keluar dari toko anda. Padahal mungkin aja anda menyimpan barang yang bagus di gudang belakang? Nah, salah anda kan kenapa barang yang bagus ga dipajang di etalase paling depan??

Home page gunanya adalah menarik perhatian pembaca, agar ia masuk ke halaman-halaman lain yang di-monetize. Boleh-boleh saja menyisipkan 1-2 iklan di homepage, tapi jangan lebih dari itu, agar konten anda merupakan daya tarik yang paling kuat. Usahakan isi konten mencakup keseluruhan tema secara umum, lalu arahkan pembaca untuk masuk ke halaman-halaman yang membahas tema itu secara spesifik. Ingat ya…pertahankan gaya tulisan dari awal hingga akhir. Kalo gayanya santai kayak contoh di atas, ya santailah terus, tempatkan diri anda sebagai kawan yang memberi advis tentang liburan pada teman anda.

Oke? Selamat menulis ya, dan jangan lupa sambil memperhatikan cara-cara optimal memasukkan keyword niche dalam konten. Sampe jumpa…..