RSS

Rabu, 03 Februari 2010

Pertanyaan Tentang Manajemen Konten

Sedikit menyela tema tentang Google Adsense, kali ini aku bukan mau memberikan semacam tutorial, tapi justru mengharapkan masukan dari kawan-kawan yang sama-sama menekuni IrMa (Internet Marketing). Kadang-kadang, begitu banyak hal yang dicekokkan ke otak kita, hingga perlu ada sebuah tulisan yang mengingatkan kita akan apa yang sudah terlewatkan oleh kita.

Pagi ini aku mampir ke blognya mas Attayaya dan membaca tentang cara meningkatkan trafik ke website kita. Disana beliau share tips dari Alexa. Silakan ke sini kalo anda belum membaca. Nah, aku diingatkan pada dua hal setelah baca tulisan itu:

Sitemap
Dari awal aku sudah tahu manfaat sitemap bagi sebuah website. Bukan saja mempermudah pengunjung untuk menemukan artikel yang berguna di situs kita, tapi terutama untuk menginformasikan Google tiap kali kita ada update di situs kita. Tapi celakanya, akhir-akhir ini aku hanya fokus ke menulis dan mempublish artikel aja, tapi lupa ga memperhatikan, apalagi mengupdate sitemap. Pertanyaan pertama yang menggantung di benakku:

1. Apakah TIAP perubahan harus selalu dimasukkan ke sitemap? Gimana kalo jumlah artikel udah ratusan, apakah harus bikin 2 sitemap? Selama ini aku masukkan artikel-artikel baru di halaman “My Article”. Apakah berarti aku harus memasukkan semua link artikel-artikel baru under My Article di Sitemap? Dengan kata lain apakah halaman-halaman tier 3 juga harus dimasukkan ke Sitemap? Sebagai referensi, ini link salah satu sitemapku.

2. Aku bikin website pake Microsoft Frontpage. Waktu aku submit Sitemap ke Google lewat Webmaster Tools, langsung disuruh merubah format sitemap itu ke format XML, tapi aku ga ngerti caranya. Ada ga tool untuk membuat Sitemap (dalam format XML), dan yang bisa dipake di Frontpage?


Article Publishing
Menurut Alexa, kalau kita punya artikel yang bagus, taruh dulu sebagai press release di situs kita, lalu update sitemapnya. Abis itu, submit ke Newswire (tempat untuk submit artikel), E-zine Article, dll dll. Setelah itu baru blogging dan tweeting tentang artikel itu. Pertanyaannya:

1. Apakah Google mengizinkan 1 artikel yang sama dipublish di 2 atau lebih tempat berbeda? Misalnya aku submit artikel ini ke Newswire dan sekaligus ke E-zine Article juga. Apakah oleh Google tidak akan dianggap duplication?

2. Kalau jawaban no. 1 adalah “ya”, apa itu berarti aku harus merevisi sedikit artikel itu lalu publish di tempat lain? Kalau demikian, sampai sebanyak apa revisi harus dilakukan sehingga Google tak menganggap duplication?

3. Selama ini aku memang ga bikin blog untuk bisnis IrMa. Karena aku bingung, apa lagi yang mau ditulis? Apakah harusnya blog itu untuk menulis tentang artikel kita yang di website ya? Padahal nulis artikel yang di website aja udah perjuangan, sekarang harus menulis tentang tulisan tadi. Hiks… Ada yang tau ga tips/rahasia/cara termudah?

4. Berapa sering sebaiknya website diupdate? Selama ini (dengan penuh perjuangan!), aku menulis artikel baru untuk tiap websiteku (ada 4 biji) tiap 1-2 minggu sekali (maksudnya seminggu 1x kalo lagi rajin, 2 minggu 1x kalo lagi males). Apakah itu cukup?

Semoga teman-teman ada yang bisa membantuku… Kuakui selama ini aku tak bisa 100% menekuni IrMa. Aku memang berupaya menulis artikel dengan rutin, tapi justru jadi ga punya waktu buat social media (Facebook dan Twitter masih sempat karena aku pake setting otomatis, update FB otomatis update Twitter juga), tapi ga sempat bersosialisasi dengan teman-teman di FB maupun Twitter. Apalagi di forum!

Kadang-kadang aku juga submit artikel terbaru ke propeller[dot]com dan ngeblog di wellsphere[dot]com. Sempat dua kali juga nulis di Squidoo. Tapi ya itulah…semuanya sesekali saja, belum bisa membuat ritme yang rutin. Sekali lagi, ada masukan??

Buat mas Atta, thanks sudah share tips dari Alexa, moga-moga berkenan memberikan sumbang-saran buat pertanyaanku yang bejibun ini… Aku juga menunggu masukan dari teman-teman yang lain loh!

Senin, 01 Februari 2010

Jenis-Jenis Google Adsense

Kalau anda sudah mendaftarkan diri ke Google Adsense (GA) dan sudah diterima, berarti anda sudah siap untuk memonetize blog/website anda. Saat ini aku hanya memberikan info tentang cara memilih Google Adsense dan meletakkannya di website atau blog.

Langsung aja kita mulai. Log in dulu ke account Adsense anda, maka akan terbuka halaman seperti ini…

Klik untuk perbesar gambar

Kebetulan penghasilanku hari ini masih “0” tuh, hiks…

Lalu pilihlah "Adsense Setup" di pilihan horizontal menu. Di sana akan ada beberapa pilihan ads.

Adsense for Content – ini jelas yang paling banyak kita butuhkan. Ads-ads ini berupa konten tulisan maupun gambar yang kita selipkan diantara konten artikel kita.

Adsense for Search – kalo yang ini, kita akan menempatkan kotak “Search” di website kita. Saat ada pengunjung yang menggunakannya (dengan mengklik tentu), maka si pengunjung akan mendapat hasil pencarian dari Google, dan kita akan mendapat penghasilan dari klik itu.

Lalu ada juga Adsense for Feeds dan Adsense for Parked Domain. Keduanya aku ga terlalu mengerti dan karena terlalu sulit, jadi ga pernah masang…

Sebaiknya kita langsung saja membahas Adsense For Content. Kalo anda klik, anda akan dihadapkan pada dua pilihan lagi, Ad Unit atau Link Unit. Ad Unit adalah ads yang berbentuk teks atau gambar. Sedang Link Unit hanya berupa deretan atau barisan beberapa link.

Gambar GA2. Klik untuk perbesar gambar

Ad Unit sendiri ada beberapa pilihan (lihat gambar GA2 di atas), teks dan image, teks aja, atau image aja. Gimana bentuknya ya? Silakan meletakkan pilihan di Ad Unit, lalu pilih “Text ads only”, lalu klik “Continue”, maka kita akan tiba di sini…

Klik untuk perbesar gambar

Di bagian Format, klik “Ad Formats”, maka anda bisa ngintip model-model ads yang disediain Google. Kalo anda scroll down terus, anda juga akan ngeliat contoh ad yang model link juga. Lalu model mana yang harus dipilih ya? Boleh dicomot semua ga? Eits…ga boleh serakah ya! Lagipula gimana tanggapan orang kalo website anda isinya lebih banyak iklan daripada konten?

Pada setiap halaman website (atau blog) kita, Google hanya memperbolehkan kita menempatkan 3 Ad Unit dan 1 Link Unit. Inget-inget ya! Soalnya kalo anda melebihi quota, iklan anda akan ada yang ga muncul. Kalo itu terjadi, cek apa anda ga kebanyakan naruh ads-nya? Sekaligus mau ngingetin Sibaho, kayaknya ads anda yang di blog Learning TPS terlalu banyak, sehingga ada bidang kosong di posting ke 4,5, dan 6.

Model mana yang paling bagus? Semuanya bagus, tergantung kelihaian anda untuk menyamarkan ads itu agar bisa melebur di dalam konten, sehingga ads itu akan sepintas lalu dianggap satu kesatuan isi dengan konten anda. Mengapa begitu? Tentu saja untuk membuat orang tertarik untuk mengklik ads itu. Kalo ads anda keliatan sebagai iklan, mungkin orang akan berpikir, “Ah…iklan lagi..”, maka ia mungkin akan melewatinya. Tapi kalo anda meletakkannya sedemikian rupa hingga tampak seperti lanjutan paragraph artikel anda, maka ia mungkin akan mengklik link ads anda karena mengira link itu adalah lanjutan paragraph artikel anda sebelumnya.

Penipuan yaa?? Bukan…hanya bertindak smart aja. Hehehe… Anyway, dengan ads yang melebur dengan artikel, bukankah tampilan website kita juga akan kelihatan makin rapi? Kalau tak percaya, coba intip beberapa blog milik teman-teman yang iklannya tertata rapi.

Blog milik Sibaho (di sebelah kiri tiap posting)
Blog milik mas Anthony Harman (di kiri atas halaman)

Perhatikan bahwa iklan itu terlihat melebur dengan konten sehingga tampak sebagai bagian dari konten atau template blognya.

Semoga posting kali ini bermanfaat, dan pada posting berikutnya aku akan share trik-trik yang aku pakai untuk memilih ads untuk aku pasang di websiteku. Sampe jumpa…