RSS

Kamis, 17 Juni 2010

Serba-Serbi Twitter 1

Sudah ada 3 orang yang akhir-akhir ini bilang bahwa mereka masih gaptwit (gagap twitter maksudnya!), maka aku bela-belain posting tentang twitter ini (sekalian update blog ini ah..). Aku sendiri belum terlalu lama memakai twitter, tapi mungkin karena hampir setiap hari rutin nge-tweet buat Vixxio, akhirnya aku jadi terbiasa. Eh..jangan lupa add twitterku yah: vixxio!

Twitter adalah situs micro-blogging. Hampir sama dengan Facebook, MySpace dll, tapi khusus di Twitter kita dibatasi untuk menulis dalam 140 karakter. Twitter bisa dipake sebagai ajang ngeblog pribadi, maupun untuk bisnis online.

Di Twitter kita bisa memperluas pertemanan kita dengan mem-follow orang lain, dan bila orang lain tertarik dengan omongan/opini kita atau produk yang kita jual, mereka juga akan mem-follow kita. Kalau Facebook memfokuskan pada sisi pertemanan itu sendiri, atau status pribadi seseorang, Twitter lebih fokus ke opini kita (cocok buat para blogger yang suka mengeluarkan pendapat tentang banyak hal, tapi tak punya waktu atau malas untuk menulis posting blog -- yang harus diakui membutuhkan sedikit keahlian bahasa dan lebih banyak lagi waktu luang). Apalagi twitteran kini bisa dilakukan dari HP. Klop kan?

Ada fasilitas apa saja sih di Twitter, selain men-twit/men-tweet (istilah untuk posting di Twitter)? Pertama-tama, anda bikin akun dulu dong di Twitter: twitter[dot]com.

1. Follow/Unfollow
Tak seperti di Facebook, di mana untuk berteman dengan seseorang kita harus meng-add dulu orang itu. Orang itu harus approve dulu, baru kita akan bisa berinteraksi dengan orang tersebut (baca wall-nya, nulis di wall-nya, meng-komen statusnya, dll). Di Twitter, kita bisa membaca twit siapa saja, dan bisa mem-follow sebanyak-banyaknya orang, kecuali orang yang mem-protect twit-nya. Untuk yang terakhir kita bisa me-request untuk mem-follow orang itu.

Dengan menjadi follower seseorang, misalnya anda mem-follow si A, setiap kali si A memposting twit-nya, twit itu akan muncul di home anda (atau biasa disebut timeline). Tiap kali ada twit baru dari semua orang yang anda follow atau twit anda sendiri, akan ada pemberitahuan di timeline anda, misalnya aja: 2 more tweets, yang berarti sejak terakhir anda membuka Twitter, sudah ada 2 twit baru yang belum masuk ke timeline anda. Tinggal klik aja pemberitahuan itu (di bagian atas timeline anda, warnanya biru), maka twit-twit baru akan muncul. Dengan begitu anda akan langsung tahu tiap kali ada twit baru dari orang-orang yang anda follow.

Merasa terganggu oleh twit-twit orang yang kita follow? Anda tinggal klik unfollow aja. Beres deh.

2. Twit/tweet
Nge-twit berarti anda menuliskan sesuatu di kotak tweet yang tersedia. Ingat selalu, anda hanya bisa menulis sebanyak 140 karakter! Sisa karakter yang masih bisa diisi persis ada di bagian atas kanan kotak twit itu. Kalo anda men-twit lebih dari 140 karakter, maka karakter ke 141 dst tak akan muncul. Begitu selesai mengetik twit anda, klik tombol "Tweet", maka saat itu twit anda akan langsung muncul di timeline anda dan para follower anda.

3. Reply
Ada twit dari teman anda, atau ada opini dari orang yang anda follow misalnya aja @vixxio, dan anda pengen menjawab atau mengomentari twit itu, tinggal klik "Reply" (ada di bagian kanan bawah tiap twit). Maka di kotak tempat anda menulis, akan langsung muncul @ (atau disebut mention) dan nama orang yang anda reply:

@vixxio

Note: Untuk menyebut nama orang di Twitter, jangan lupa harus pake tanda "@" yah! Dan langsung nama orangnya (tanpa spasi!!).

Dalam hal ini jatah 140 karakter akan ter-reduksi oleh “@vixxio” (8 karakter termasuk spasi). Oleh karena itu, lebih baik cari nama profile yang gak terlalu panjang supaya teman-teman anda gak kehabisan jatah karakter karena nama profile anda udah kepanjangan!!

Adakalanya anda gak langsung menjawab twit. Kalo anda me-repply sebuah twit setelah katakanlah sejam, mungkin teman anda akan bingung...ini jawaban buat pertanyaanku yang mana yah? Nah, mari kita berkenalan sama yang namanya...

4. Re-tweet
Sebetulnya fasilitas Re-tweer atau yang disingkat jadi RT adalah untuk men-share twit seseorang yang masuk ke timeline anda yang anda anggap bagus atau bermanfaat bagi follower anda. Misalnya aja ada twit dari

@vixxio Hai hai..ada bagi-bagi buku gratis loh! Mau?

Anda pikir info itu mau anda sebarluaskan ke semua follower anda. Caranya? Cukup klik tombol Retweet di sebelah Reply, di bawah sebuah twit.

Lalu akan muncul pertanyaan: Retweet to your followers? Jawab aja Yes. Maka akan muncul di timeline followers anda:

@anda RT @vixxio: Hai hai..ada bagi-bagi buku gratis loh! Mau?

Sedangkan di timeline anda sendiri hanya akan ada tanda bahwa twitnya @vixxio itu sudah di-retweet oleh @anda.

Namun, ada juga manfaat lain RT ini. Yaitu ketika anda ingin mengomentari/menjawab twit teman, dan anda ingin menyertakan juga twit awal teman anda (supaya si teman tahu twit mana yang dikomentari/dijawab tadi). Halah...kok jadi bingung. Misalnya nih...ada twit muncul di timeline anda:

@vixxio Hai hai..ada bagi-bagi buku gratis loh! Mau?

Nah itu twit dari @vixxio yang masuk ke timeline anda, tapi udah sejam lalu. Kalo anda tiba-tiba Reply,

@vixxio Mauuu!!

Nah...pasti @vixxio akan bingung, “mau” apa yah yang anda maksud (itu biasanya terjadi kalo si @vixxio pas lupa ato pikun -- yang, sstt...kayaknya emang sering tuh...)

Maka anda mungkin ingin menyertakan twit awalnya supaya @vixxio tahu, anda me-reply twitnya yang mana. Maka anda bisa pake RT. Gini nih contohnya...

Mauuu!! RT @vixxio Hai hai..ada bagi-bagi buku gratis loh! Mau?

Jadi @vixxio atau orang yang membaca twit anda ini ngeh bahwa anda itu mengiyakan twit yang isinya undangan bagi-bagi buku gratis dari @vixxio.

Lalu caranya gimana?

Ketik jawaban anda di kotak jawaban: [Mauuu!!]

Lalu ketik RT dan tambahkan spasi (ingat ya, kalo ga ada spasinya maka orang yang anda mention (@vixxio) ga akan muncul linknya: [Mauuu!! RT ]

Lalu ketik @vixxio setelah RT dan spasi itu: [Mauuu!! RT @vixxio]

Setelah itu copy-paste twit awal dari @vixxio yang mau anda jawab, setelah @vixxio dan spasi. Sehingga akhirnya jadi begini:

Mauuu!! RT @vixxio Hai hai..ada bagi-bagi buku gratis loh! Mau?

Dengan begitu, si @vixxio juga akan melihat bahwa ada orang yang merespon twitnya tadi karena anda mention namanya.

Udah bingung? Jangan deh...soalnya masih ada lagi nih fasilitas di Twitter yang bikin anda bakal doyan ngetwit deh... Tapi biar gak kepanjangan, aku posting terpisah aja ya. Tungguin deh, gak pake lama kok!

Sabtu, 10 April 2010

Submit Website Dan Membuat Sitemap

Setelah anda melaunching website anda, lalu apa yang harus dilakukan? Duduk-duduk saja menunggu ada pengunjung yang kebetulan lewat dan mampir ke website anda? Ingat, ini bukan toko di dunia nyata loh! Sebuah website di dunia maya tak ubahnya sebutir pasir di tengah pantai. Kalau anda diam saja, tak akan ada yang bisa menemukan website anda.

Langkah pertama yang harus dilakukan adalah terus menulis konten dan mempublishnya. Setelah website anda berisi paling tidak 10 halaman konten, baru anda bisa melakukan yang berikut ini:

Submit website anda ke Search Engine seperti Google, Yahoo, MSN, dsb. Berikut ini adalah link untuk men-submit website anda agar terdaftar di para SE (Search Engine) itu:

Google : www.google.com/addurl/?continue=/addurl
Yahoo: http://search.yahoo.com/info/submit.html
MSN: http://search.msn.com/docs/submit.aspx?FORM=WSDD2
Ask: http://about.ask.com/en/docs/about/webmasters.shtml

Berdasarkan pengalamanku, submit ke Google dan Yahoo gampang banget, tapi paling susah di Ask.com. Kalo ga salah, persyaratannya agak rumit. Untuk sementara tinggalin saja dulu.

Selain ke SE, submit juga site anda ke Directory. Directory yang terbesar (atau bisa dibilang induknya para directory) adalah dmoz.com. Sekali kita submit kesini, secara otomatis site kita akan tersubmit juga ke directory-directory lain. Submit disini relative gampang, yang penting kita harus menempatkan website kita di kategori yang paling tepat.

O ya, dari awal anda harus mempersiapkan deskripsi tentang website anda. Persiapkan dengan baik deskripsi ini, karena selanjutnya akan banyak dipakai. Salah satunya, ya untuk submit ke Dmoz dan directory-directory lainnya. Jangan asal memberikan informasi saja, buatlah deskripsi itu membuat orang ingin tahu, dan sisipkan juga keyword yang anda pakai disana.

Anda juga bisa men-submit website anda ke directory sesuai niche anda. Cara mendapatkannya, cari saja di Google. Hati-hati ya, directory ini ada yang free, ada yang berbayar. Sebaiknya cari dengan keyword: free+directory+[niche anda].

Dari awal, buatlah sitemap untuk website anda. Selain untuk memudahkan pengunjung website untuk mencari artikel yang ia inginkan, juga membantu Google dan SE lain agar lebih cepat mengindex website anda. Untuk SE, Google hanya bisa menerima sitemap dalam bentuk file XML. Bagi pengguna Frontpage, bisa menyiasati dengan cara:

  • Menggunakan program Notepad
  • Bikin list URL semua halaman websitemu, tanpa judul, tulisan lain, hanya URL
  • Tiap URL di baris baru
  • Save file itu dengan judul urllist.txt, lalu upload ke server hosting kamu (lihat Cara Mempublish Halaman Website)

Setelah itu, buka …… pake account Google-mu (sama dengan Google Adsense). Pertama submit dulu websitemu. Jangan lupa menaruh script Google ke homepage. Setelah website-mu ‘diterima’ oleh Google, submit juga sitemapmu. Gampang kan?

Sampe ketemu lagi di posting berikutnya yah...moga-moga ga pake lama deh!

Kamis, 11 Maret 2010

Bingung Cari Niche?

Kali ini aku mau memposting e-mail dari seorang teman dari teman (berarti teman juga dong, ya?). Dia pengen mendalami IrMa (Internet Marketing), tapi masih bingung memulainya. Ada beberapa pertanyaan yang ia ajukan dalam e-mail ini, tapi yang menarik adalah tentang mencari niche. Tentu saja, karena pemilihan niche ini adalah pondasi bisnis kita kan? So, ayo kita baca pertanyaannya, dan sekalian jawabanku, siapa tahu ada informasi yang berguna buat teman-teman…

Ini isi e-mail dari Irene (nama disamarkan):

Dear Fanda,

Saya teman baik Anita (samaran juga). Maaf sebenarnya saya sudah lama banget ingin menggeluti bidang ini karena saya sudah pensiun dini. Setelah beberapa bidang coba ternyata tidak menghasilkan sesuatupun. Bulan Dec smp Mid Feb saya sudah masuk ke Ahira. Terus terang saya kurang cepat tanggap soal technology, jadi pada waktu PR yang di suruh Ahira, saya tidak begitu mengerti dan terus sudah coba tanya tapi belum dijawab, akhirnya saya sudah give up sendiri.

Kembali saya minta pendapat Fanda yang sudah berpengalaman:
1) apakah saya boleh minta tolong membuat website kepada orang yang berpengalaman
2) buat saya membuat keyword, niche itu sudah problem utama; bingung setelah mencari 10 keywords dan dibuat survey ternyata banyak sekali competitor dan ketika saya lihat di market samurai, keyword kita itu harus memenuhi 4 kriteria: traffic, relevance, competition, commerciality.
Ke 4 faktor itu harus dianlisa. Susah banget yach .
3) Pertanyaan yang sangat mendasar, bagaimana google dan amazone membayar komisi (dgn bank draft?).

thanks sebelumnya.

Dan ini jawaban dariku…

Dear Irene,

1. Soal bikin website saya sendiri juga nggak terlalu ngerti teknologi kok. Tapi berkat ikut Ahira, paling tidak saya bisa pake software Microsoft Frontpage. Saya bikin blog : http://belajar-irma.blogspot.com buat para pemula yg mau menggeluti internet marketing. Memang saya bukan ahli, tp langkah2 yg sudah saya lakukan (trial & error) saya bagikan ke org lain yg sama 'nggak-ngerti-teknologi' nya dengan saya.

Untuk mengoperasikan Frontpage, bisa dibaca di blog itu, cari di bagian 'Labels', klik yg 'Website'. Untuk software-nya sendiri saya punya versi portable-nya, bisa saya kirim dalam bentuk CD kalo berkenan. Menurut saya, mending bikin website sendiri. Karena kalo buatin di org memang lebih bagus, tp pertama, biaya. Kedua, kalo kita mau update2, kita akan selalu tergantung ke dia (ribet dan biaya gede).

2. Mengenai keyword niche, kita pikir saja secara logika. Bidang apa yg di masa depan akan booming dan dicari orang (terutama orang Amerika dan Eropa karena kesanalah target market kita). Kalau menurut saya sih kesehatan, khususnya yg natural. Kayaknya org Amerika juga sudah mulai 'back to nature'. Mungkin Irene yg punya banyak kesempatan buat browsing punya ide lain? Boleh dicoba.

Tambahan: Kalo bisa usahakan tema niche yang dipilih itu tak jauh dari kompetensi kita. Jangan hanya mengejar niche bagus, tapi kita ga tau apa-apa atau tak punya pengalaman sama sekali tentang hal itu. Memang, kita bisa belajar, tapi kan akan makan waktu lebih lama lagi. Lebih baik suatu bidang yang memang kita cintai sehingga kita pantang menyerah buat melakukan IrMa.

Kalau saya biasa pakai Google Adwords (https://adwords.google.com/select/KeywordToolExternal) utk riset keyword. Disana ada hasil pencarian Google rata2 per bulan dan bulan yg lalu. Juga menunjukkan banyaknya kompetisi. Memang nggak ada bidang yg nggak ada kompetisinya (kalo nggak ada kompetisinya berarti nggak berprospek deh). Soalnya kompetitor kita org Amrik loh, yg notabene jauh lebih pintar dari kita. Jadi, cari aja yg kompetisinya paling sedikit. Kompetisi 50% sudah bagus kok (di Google Adwords).

Tentang commerciality, coba cek aja keyword itu di Google. Lihat website2 yg pakai keyword itu (calon kompetitor kita). Lihat apa aja yg mereka jual, termasuk Google adsnya. Search juga di Amazon keyword itu, nanti akan keluar produk2 yg mereka jual. Kalo sedikit sekali ya berarti commerciality-nya nggak bagus.

Kalo memang nggak bagus, pdhal sudah naksir keyword itu, coba ubah sedikit keywordnya jadi lebih niche atau malah kurang niche. Misalnya nih mau pake KW 'jogging tips', nah di Amazon mungkin hanya ada buku2 ttg jogging. Tapi coba diperlebar menjadi 'jogging', pasti akan keluar sepatu jogging, baju olahraga, alat buat ngukur kecepatan/waktu (apa ya namanya?) dll dll. Kan semua itu bisa dijual di website dgn keyword jogging tips?

Saya ada menulis ttg keyword niche juga di blog, silakan baca2 deh...

3. Google bayar pake Western Union (sekarang sudah banyak bank yg menerima Western Union, cari saja yg ada logo itu). Yg pasti BRI dan Niaga. BCA nggak ada. Gampang kok, kita bisa mencairkan dana tanpa punya rekening. Tinggal ke CS aja, asal ingat nomor yg diberikan Google. Nanti kita langsung ambil duit tunainya sesuai kurs hari itu di kasir.

Kalo Amazon sayangnya masih pake cek yg dikirim ke alamat kita. Sampai sekarang saya belum terima ceknya (baru ingat mesti tanya ke Amazon nih..).

Terakhir (out of your questions), menurut pengalaman pribadi ternyata seperti bisnis2 lainnya, internet marketing juga ada faktor lucknya. Saya pertama bikin tentang exercise (pake keyword yg lebih niche), memang trafficnya gede sekali, tapi pendapatan Adsense-nya kecil. Lalu kedua saya bikin tentang probiotics (tahu kan, bakteri baik yg ada di yogurt). Topiknya niche sekali sampai2 kesulitan untuk cari topik buat artikel. Dan trafiknya kalah dari yg Exercise, tp pendapatan Adsensenya bisa jauh lebih tinggi dari Exercise. Akhirnya saya akali supaya bisa terus update yg Probiotics, saya masukin resep2 yg memakai yogurt (pdhal aslinya nggak suka dan nggak pernah nyoba sendiri, hihihi...).

Kesimpulannya: coba saja terus. Jgn terlalu njelimet risetnya sampai bingung sendiri. Pokoknya kelihatan ada prospek, ambil saja. Setelah itu amati, kesalahan pada website pertama kan bisa diperbaiki di website ke-2 dst. Yg penting sekarang ambil langkah pertama dulu: Action (kata Ahira!).

Selamat mencoba, dan semoga sukses yah! Kalo ada pertanyaan2 lagi, silakan e-mail saja...

Salam,
Fanda

Selasa, 02 Maret 2010

Langkah Dan Trik Memasang Google Adsense

Setelah beberapa lama ga sempat meneruskan topik tentang Google Adsense, sekarang kita langsung ke langkah dan trik untuk memilih ads agar tampilannya bagus dan efektif menghasilkan pundi-pundi $$ ke website anda!

Pertama-tama kita membahas langkah-langkah membuat ads agar tampak menjadi bagian dari konten. Masuk dulu ke account GA-mu (masih inget ga cara memilih ads? Lihat ke sini ya..)

1. Pilih model ads
Kita mulai dengan memilih model ads pada kotak pilihan. Misalnya kita pilih “Large Rectangle”, seperti gambar dibawah ini,

klik untuk perbesar gambar

2. Pilih warna
Lalu memilih warna pada bagian “Palletes” dibawah jenis ads. Caranya klik di setiap kotak di sebelah kanan border, background dsb, maka akan keluar sebuah pallet warna.

Background – warna background ini HARUS SAMA dengan background websitemu. Kalo warna background website anda ga ada yang pas dengan pilihan warna di palletes, cek dulu kode warna website anda, lalu masukin kode itu di kotak kode (lihat gambar G7). Misalnya saja background website anda warna kuning, kodenya FFF555, maka masukin kode itu, dan warna background ads berubahlah (preview ads ada di sebelah kiri). --> lihat gambar

klik untuk perbesar gambar


Border – warna border HARUS SAMA dengan background ads agar ads ini tak tampak sebagai bagian yang tersendiri, melainkan satu bagian dengan konten.

Title dan URL – SAMAKAN warna link title dan URL dengan warna link yang sudah anda setting.

Text – SAMAKAN juga dengan warna teks konten website anda.

Cek di preview apakah ads sudah sesuai dengan keinginan anda, dan sesudah itu klik ‘Continue’ di bagian bawah halaman.

3. Ad Channels
Sekarang kita mendarat di halaman “Choose Ad Channel”. Kalo anda berniat memasang GA di beberapa website sebaiknya anda melengkapi Ad Channel ini. Gunanya, anda bisa memantau laporan penghasilan GA anda itu dari website yang mana saja dan akan ada breakdown penghasilan dari masing-masing website. Caranya? Cukup klik “Add new channel” aja dan isikan website anda. Jangan lupa klik “Continue” kalo udah selesai. (Note: untuk selanjutnya anda ga perlu mempedulikan menu ini kecuali anda punya website baru, tinggal add new aja. Bila tidak…skip dan continue aja..).

4. Di halaman selanjutnya anda hanya perlu mengecek apakah ads yang anda buat sudah OK. Pada kotak di bagian “Adsense Unit Nama”, berikan nama ads ini agar kelak kalo mau mengedit, kita gampang mencarinya. Ga usah susah-susah, kasih aja judul halaman konten yang mau dipasangin ads ini, misalnya “home, 336x280, created 2/16/10” (tambahkan aja nama itu di paling depan). Dan kalo udah, maka anda tinggal klik “Submit and get code”. Dan….

Voilaaa…keluarlah script code ads anda. Tinggal copy scriptnya dan paste ke tempat di mana anda mau meletakkan ads tersebut.


Sekarang aku akan beberkan beberapa trik untuk memilih model ads untuk dimasukkan ke dalam halaman konten.

1. Memberi efek ‘lebih panjang’ pada konten
Kalo konten itu agak terlalu pendek, aku menyiasatinya dengan menaruh ads yang besar dan tampilannya mirip dengan bagian dari konten, yaitu “Large Rectangle (336x280)”. Misalnya kita hanya punya 2 paragraf untuk konten, dengan iklan itu kita letakkan di tengah-tengah konten, antara paragraph 1 dan 2, maka otomatis kontennya kan jadi terlihat lebih banyak, iya kan? Contohnya kayak gini nih...

klik untuk perbesar gambar

Kalo konten mengandung teks yang membagi uraian ke dalam beberapa point, misalnya: “Untuk mengatasi rambut rontok, ada beberapa kiat yang bisa kita pakai:…”. Nah, ads tadi kita letakkan persis di bawah kalimat itu, baru kemudian di bawah ads itu, anda isi dengan kiat-kiat yang sebenarnya. Karena, orang pasti secara otomatis mencari di bawah induk kalimat tadi. Kadang-kadang adsnya ga matching sih, tapi yang penting pembaca udah paling tidak melirik ke ads kita, dan mungkin membacanya, …dan moga-moga tertarik dan mengkliknya…!

Untuk mengisi tempat kosong di sebelah kanan Large Rectangle ad, anda bisa menyiasati dengan menaruh gambar ato….memajang banner affiliate anda (apa lagi tuh affiliate? Buat yang belum tahu, tunggu posting selanjutnya deh..).

2. Kalo konten anda tampak bagian sebelah kanannya kosong (biasanya kalo anda menulis poin-poin berurutan yang pendek-pendek), misalnya:

Hobbyku adalah:
- membaca
- ngeblog
- menulis
- dengerin music

Maka bidang yang sebelah kanan kan kosong bin sepi tuh? Nah, kita bisa menyisipkan ads yang sesuai dengan space yang ada. Kalo untuk contoh diatas mungkin kita bisa pake ads yang model link 200x90_4.

Itulah sedikit trik meletakkan Adsense. Semoga berguna deh…

Minggu, 21 Februari 2010

Mempublish Halaman Website

Wah, sudah lama banget blog ini tidak keurus. Dan baru saja aku sadar bahwa ada 1 ilmu penting yang belum sempat aku berikan pada anda sekalian. Yaitu cara untuk mempublish halaman-halaman website yang sudah anda buat ke server hosting anda, agar website anda secara 'resmi' hadir di dunia maya ini.

Jika anda sudah selesai membangun website anda, simpanlah hasil karya anda itu di harddisk komputer anda. Sebaiknya anda membuat sebuah folder yang judulnya sama dengan nama domain anda. Misalnya domain anda adalah nama-anda[dot]com, maka berilah judul folder tersebut dengan 'nama-anda'. Penamaan ini akan berkaitan dengan publishing di server.

Sebelum mempublish, anda bisa mem-preview semua halaman website anda di browser dengan mengklik tombol 'Preview' yang ada di menu bar di atas, di sebelah tombol 'Print'. Hati-hati, karena tampilan website anda di browser yang berbeda (misalnya antara Internet Explorer dan Mozilla Firefox) bisa juga berbeda. Sebaiknya sih pakai saja Firefox yang lebih umum dipakai.

klik gambar utk memperbesar

Software untuk mempublish halaman website ke browser ini ada beberapa macam, tapi yang gratis alias open source adalah Filezilla. Anda bisa men-downloadnya di internet secara gratis.

Cara publish, anda buka dulu Filezilla. Maka anda akan melihat 4 bidang yang ada disana (lihat gambar dibawah ini)..

klik gambar utk memperbesar!

Bidang sebelah kiri atas adalah bidang milik komputer kita (asal file halaman website anda berada). Jika di bidang kiri atas anda membuka folder tempat file itu berada, maka file halaman-halaman website anda dalam bentuk file HTML akan terbuka di bidang kiri bawah. Sedangkan bidang kanan bawah adalah milik server hosting. Fungsi utama Filezilla adalah untuk mengcopy file di bidang kiri bawah ke kanan bawah.

Caranya begini nih...

Pertama-tama klik 'File' di menu bar, lalu klik 'Site Manager'. Maka akan terbukalah board seperti ini,

klik gambar utk memperbesar!

Lihat di kotak sebelah kiri (New Site) yang masih kosong karena anda belum pernah menambahkan website anda. Anda klik tombol 'New Site' di kiri bawah, lalu beri nama folder itu dengan nama domain anda (misalnya 'nama-anda[dot]com). Lalu isilah di kotak sebelah kanan:

Host: www.nama-anda.com
Server type: pilih FTP
Logon type: Normal
User: masukkan username yang sudah diberikan oleh penyedia server hosting anda (biasanya diberikan begitu anda sudah membayar dan hosting anda sudah aktif)
Password: masukkan password yang juga diberikan oleh penyedia server hosting anda.

Kalau sudah, klik 'Connect' dan...voila...anda sudah bisa memindahkan file ke dunia maya.

Bagaimana anda tahu kalo anda sudah tersambung ke server hosting? Lihat bidang di atas bidang kiri atas, di sana terlihat status koneksi ke server hosting anda. Tunggu sampai keluar tulisan 'Directory listing successful', itu berarti anda sudah terhubung dnegan hosting anda.

Kembali ke keempat bidang tadi, di bidang kiri atas bukalah folder file anda, sehingga file HTML-nya terbuka ke bidang kiri bawah. Lalu, carilah di bidang kanan bawah folder bernama 'www'. Folder ini adalah tempat anda meletakkan seluruh file HTML anda. Ingat! JANGAN pernah merubah nama folder ini ya!

klik gambar utk memperbesar!

Sekarang kliklah folder www itu. Bila sudah terbuka, kembali ke file halaman page yang mau dipublish. Anda hanya tinggal men-drag file itu ke bidang sebelah kanan bawah. Ingat! Pastikan flder www-nya sudah terbuka loh! Jangan sampai salah nyemplung di folder lain! Ketika file sudah tercemplung ke bidang kanan bawah, perhatikan status koneksi di atas. Pastikan hingga sudah tertulis "File Transfer Succesful". Maka anda sudah berhasil deh. Tunggu beberapa saat, dan bukalah website anda di browser.

Sekarang website anda sudah 'launching', dan setelah ini kita akan belajar bagaimana supaya website anda makin beken dan mendatangkan banyak traffic pengunjung ke website anda ya! Sampe jumpa....

Rabu, 03 Februari 2010

Pertanyaan Tentang Manajemen Konten

Sedikit menyela tema tentang Google Adsense, kali ini aku bukan mau memberikan semacam tutorial, tapi justru mengharapkan masukan dari kawan-kawan yang sama-sama menekuni IrMa (Internet Marketing). Kadang-kadang, begitu banyak hal yang dicekokkan ke otak kita, hingga perlu ada sebuah tulisan yang mengingatkan kita akan apa yang sudah terlewatkan oleh kita.

Pagi ini aku mampir ke blognya mas Attayaya dan membaca tentang cara meningkatkan trafik ke website kita. Disana beliau share tips dari Alexa. Silakan ke sini kalo anda belum membaca. Nah, aku diingatkan pada dua hal setelah baca tulisan itu:

Sitemap
Dari awal aku sudah tahu manfaat sitemap bagi sebuah website. Bukan saja mempermudah pengunjung untuk menemukan artikel yang berguna di situs kita, tapi terutama untuk menginformasikan Google tiap kali kita ada update di situs kita. Tapi celakanya, akhir-akhir ini aku hanya fokus ke menulis dan mempublish artikel aja, tapi lupa ga memperhatikan, apalagi mengupdate sitemap. Pertanyaan pertama yang menggantung di benakku:

1. Apakah TIAP perubahan harus selalu dimasukkan ke sitemap? Gimana kalo jumlah artikel udah ratusan, apakah harus bikin 2 sitemap? Selama ini aku masukkan artikel-artikel baru di halaman “My Article”. Apakah berarti aku harus memasukkan semua link artikel-artikel baru under My Article di Sitemap? Dengan kata lain apakah halaman-halaman tier 3 juga harus dimasukkan ke Sitemap? Sebagai referensi, ini link salah satu sitemapku.

2. Aku bikin website pake Microsoft Frontpage. Waktu aku submit Sitemap ke Google lewat Webmaster Tools, langsung disuruh merubah format sitemap itu ke format XML, tapi aku ga ngerti caranya. Ada ga tool untuk membuat Sitemap (dalam format XML), dan yang bisa dipake di Frontpage?


Article Publishing
Menurut Alexa, kalau kita punya artikel yang bagus, taruh dulu sebagai press release di situs kita, lalu update sitemapnya. Abis itu, submit ke Newswire (tempat untuk submit artikel), E-zine Article, dll dll. Setelah itu baru blogging dan tweeting tentang artikel itu. Pertanyaannya:

1. Apakah Google mengizinkan 1 artikel yang sama dipublish di 2 atau lebih tempat berbeda? Misalnya aku submit artikel ini ke Newswire dan sekaligus ke E-zine Article juga. Apakah oleh Google tidak akan dianggap duplication?

2. Kalau jawaban no. 1 adalah “ya”, apa itu berarti aku harus merevisi sedikit artikel itu lalu publish di tempat lain? Kalau demikian, sampai sebanyak apa revisi harus dilakukan sehingga Google tak menganggap duplication?

3. Selama ini aku memang ga bikin blog untuk bisnis IrMa. Karena aku bingung, apa lagi yang mau ditulis? Apakah harusnya blog itu untuk menulis tentang artikel kita yang di website ya? Padahal nulis artikel yang di website aja udah perjuangan, sekarang harus menulis tentang tulisan tadi. Hiks… Ada yang tau ga tips/rahasia/cara termudah?

4. Berapa sering sebaiknya website diupdate? Selama ini (dengan penuh perjuangan!), aku menulis artikel baru untuk tiap websiteku (ada 4 biji) tiap 1-2 minggu sekali (maksudnya seminggu 1x kalo lagi rajin, 2 minggu 1x kalo lagi males). Apakah itu cukup?

Semoga teman-teman ada yang bisa membantuku… Kuakui selama ini aku tak bisa 100% menekuni IrMa. Aku memang berupaya menulis artikel dengan rutin, tapi justru jadi ga punya waktu buat social media (Facebook dan Twitter masih sempat karena aku pake setting otomatis, update FB otomatis update Twitter juga), tapi ga sempat bersosialisasi dengan teman-teman di FB maupun Twitter. Apalagi di forum!

Kadang-kadang aku juga submit artikel terbaru ke propeller[dot]com dan ngeblog di wellsphere[dot]com. Sempat dua kali juga nulis di Squidoo. Tapi ya itulah…semuanya sesekali saja, belum bisa membuat ritme yang rutin. Sekali lagi, ada masukan??

Buat mas Atta, thanks sudah share tips dari Alexa, moga-moga berkenan memberikan sumbang-saran buat pertanyaanku yang bejibun ini… Aku juga menunggu masukan dari teman-teman yang lain loh!

Senin, 01 Februari 2010

Jenis-Jenis Google Adsense

Kalau anda sudah mendaftarkan diri ke Google Adsense (GA) dan sudah diterima, berarti anda sudah siap untuk memonetize blog/website anda. Saat ini aku hanya memberikan info tentang cara memilih Google Adsense dan meletakkannya di website atau blog.

Langsung aja kita mulai. Log in dulu ke account Adsense anda, maka akan terbuka halaman seperti ini…

Klik untuk perbesar gambar

Kebetulan penghasilanku hari ini masih “0” tuh, hiks…

Lalu pilihlah "Adsense Setup" di pilihan horizontal menu. Di sana akan ada beberapa pilihan ads.

Adsense for Content – ini jelas yang paling banyak kita butuhkan. Ads-ads ini berupa konten tulisan maupun gambar yang kita selipkan diantara konten artikel kita.

Adsense for Search – kalo yang ini, kita akan menempatkan kotak “Search” di website kita. Saat ada pengunjung yang menggunakannya (dengan mengklik tentu), maka si pengunjung akan mendapat hasil pencarian dari Google, dan kita akan mendapat penghasilan dari klik itu.

Lalu ada juga Adsense for Feeds dan Adsense for Parked Domain. Keduanya aku ga terlalu mengerti dan karena terlalu sulit, jadi ga pernah masang…

Sebaiknya kita langsung saja membahas Adsense For Content. Kalo anda klik, anda akan dihadapkan pada dua pilihan lagi, Ad Unit atau Link Unit. Ad Unit adalah ads yang berbentuk teks atau gambar. Sedang Link Unit hanya berupa deretan atau barisan beberapa link.

Gambar GA2. Klik untuk perbesar gambar

Ad Unit sendiri ada beberapa pilihan (lihat gambar GA2 di atas), teks dan image, teks aja, atau image aja. Gimana bentuknya ya? Silakan meletakkan pilihan di Ad Unit, lalu pilih “Text ads only”, lalu klik “Continue”, maka kita akan tiba di sini…

Klik untuk perbesar gambar

Di bagian Format, klik “Ad Formats”, maka anda bisa ngintip model-model ads yang disediain Google. Kalo anda scroll down terus, anda juga akan ngeliat contoh ad yang model link juga. Lalu model mana yang harus dipilih ya? Boleh dicomot semua ga? Eits…ga boleh serakah ya! Lagipula gimana tanggapan orang kalo website anda isinya lebih banyak iklan daripada konten?

Pada setiap halaman website (atau blog) kita, Google hanya memperbolehkan kita menempatkan 3 Ad Unit dan 1 Link Unit. Inget-inget ya! Soalnya kalo anda melebihi quota, iklan anda akan ada yang ga muncul. Kalo itu terjadi, cek apa anda ga kebanyakan naruh ads-nya? Sekaligus mau ngingetin Sibaho, kayaknya ads anda yang di blog Learning TPS terlalu banyak, sehingga ada bidang kosong di posting ke 4,5, dan 6.

Model mana yang paling bagus? Semuanya bagus, tergantung kelihaian anda untuk menyamarkan ads itu agar bisa melebur di dalam konten, sehingga ads itu akan sepintas lalu dianggap satu kesatuan isi dengan konten anda. Mengapa begitu? Tentu saja untuk membuat orang tertarik untuk mengklik ads itu. Kalo ads anda keliatan sebagai iklan, mungkin orang akan berpikir, “Ah…iklan lagi..”, maka ia mungkin akan melewatinya. Tapi kalo anda meletakkannya sedemikian rupa hingga tampak seperti lanjutan paragraph artikel anda, maka ia mungkin akan mengklik link ads anda karena mengira link itu adalah lanjutan paragraph artikel anda sebelumnya.

Penipuan yaa?? Bukan…hanya bertindak smart aja. Hehehe… Anyway, dengan ads yang melebur dengan artikel, bukankah tampilan website kita juga akan kelihatan makin rapi? Kalau tak percaya, coba intip beberapa blog milik teman-teman yang iklannya tertata rapi.

Blog milik Sibaho (di sebelah kiri tiap posting)
Blog milik mas Anthony Harman (di kiri atas halaman)

Perhatikan bahwa iklan itu terlihat melebur dengan konten sehingga tampak sebagai bagian dari konten atau template blognya.

Semoga posting kali ini bermanfaat, dan pada posting berikutnya aku akan share trik-trik yang aku pakai untuk memilih ads untuk aku pasang di websiteku. Sampe jumpa…

Kamis, 28 Januari 2010

Pasang Adsense Tapi Ga Ada Yang Klik?

Tadinya aku lagi nyiapin tulisan tentang cara membubuhkan Google Adsense (GA) untuk website, tapi karena ada sebuah pertanyaan menarik di komentar pada posting yang lalu, maka aku sela dulu postingnya. Pertanyaannya datang dari Vicky:

Mbak, tulisin tentang Adsense bikinan Indonesia dong. Kenapa kita udah pasang iklan tapi belum ada yang ngeklik juga. Gimana caranya supaya dapet keuntungan dengan masang iklan Adsense.

Menarik juga pertanyaan ini, karena sampai sekarang masih banyak orang berpikir bahwa internet marketing, GA dsb-nya adalah ‘magic business’. Sebenarnya, itu mungkin salah orang-orang yang mengiklankan diri sebagai ‘pakar bisnis’ dan memasang iklan gede-gede: “Mau bisnis yang gampang tapi untungnya banyak? Banjir uang dalam sekejap tanpa modal?”. Well, in case anda lupa, aku ingetin lagi ya, bahwa ga ada yang namanya bisnis gampang yang dapet uang dalam sekejap. Internet marketing, sama seperti bisnis lainnya, membutuhkan USAHA. Sulit sih tidak, tapi tetap kita ga bisa asal pasang iklan saja di blog/situs kita, lalu kita menjalani hidup seperti biasa sambil berharap banyak orang berebutan meng-klik iklan kita.

Maka, untuk menjawab pertanyaan Vicky tadi, ayo kita telusuri hal-hal berikut:

1. Gimana caranya supaya banyak orang mengklik iklan kita?
Tentunya dengan menarik pengunjung supaya masuk dan membaca konten, dengan harapan mereka akan mengklik iklan. Agar makin banyak yang klik iklan, anda harus makin banyak menarik pengunjung.

2. Lalu, supaya orang yang masuk ke blog/situs kita itu tertarik untuk meng-klik iklan, gimana caranya?
Sekarang mari kita berpikir, kalo kita pergi ke suatu situs, kira-kira apa kita juga akan mengklik iklan yang ada di situ? Mmm…yah..kalo iklannya menarik, mungkin aja aku klik buat ngeliat. Misalkan, Fanda itu cinta banget ama buku. Jadi, kalo dia ngeliat iklan: “Dapatkan buku-buku terbaru terbitan Gramedia dengan diskon 50%”, nah..100% dijamin dia akan klik tuh iklan! (sayangnya belum ada iklan kayak gitu! Hehehe…).

Kesimpulannya, kita akan mengklik iklan yang berkaitan dengan keinginan, interest atau kebutuhan kita. Kalau gitu, berarti untuk mendapatkan orang yang mau mengklik iklan kita, kita harus menarik orang-orang yang TERTARIK atau BUTUH sesuatu yang ada di iklan itu.

3. Masalahnya di GA, kita tak bisa memilih iklan yang akan tayang di blog/situs kita. Kita hanya nentuin layout dan tampilan saja, bukan isinya. Untuk itu, kita musti tahu bahwa Google akan menyesuaikan isi iklannya dengan isi situs/blog kita. Gimana Google tahu blog/situs kita bertema apa? Ya, dari meta tag yang kita masukkan (keyword, description, dsb. Liat deh posting yang membahas soal meta tag).

Nah, aku sempat ngintip blog Vicky yang udah di-monetize. Di situ ada satu iklan GA yang isinya layanan masyarakat. Iklan semacam itu akan nongol kalo Google tak punya iklan yang sesuai dengan isi blog/situs kita, atau…nah ini mungkin masalahnya, om Google ga tau blognya Vicky itu tentang apa, sehingga beliau bingung mau milihin iklan yang tepat buat ditayangin di blog itu.

Ingat kan, aku udah pernah membahas disini dan disini, bahwa sebaiknya kalo mau bermain GA, buatlah blog/situs berbahasa Inggris dan memiliki tema yang niche. Blog Vicky, aku ga ragu, adalah blog yang bagus. Isinya menarik, pengunjungnya banyak. Tapi tetap isinya adalah ‘gado-gado’ alias tak ada niche tertentu yang dibidik. Jadi kalo aku boleh saranin buat Vicky, mendingan GA-nya ditaruh di blog berbahasa Inggris aja, tapi blog itu harus konsisten mengusung 1 tema niche. Dengan begitu, orang-orang yang masuk ke blog itu adalah orang-orang yang sudah tertarget, yaitu yang punya interest atau kebutuhan dengan tema niche kamu. Dengan begitu, kemungkinan mereka untuk mengklik iklan yang ada udah disediain om Google sesuai tema niche-mu, sangat besar.

Selain itu, cara kita menampilkan iklan itu juga mempengaruhi orang untuk mengklik iklan. Untuk bahasan ini, aku akan ulas di posting berikutnya (harap sabar ya, soalnya harus ngambil banyak contoh, dan jariku udah mulai keriting nih…).

Sementara itu, semoga jawaban ini bisa menjawab pertanyaan kamu, Vick! Sedang mengenai adsense lokal, aku ga pernah pake, jadi ga bisa kasih saran.

Sampe jumpa…

Selasa, 19 Januari 2010

Serba-Serbi Tentang Google Adsense

Anda pasti sudah tahu sekarang cara membuat konten yang bagus, kalo belum kembali lagi ke sini ya! Nah, ibaratnya anda udah menata interior toko anda dengan bagus, sekarang tinggal memilih barang yang akan dipajang untuk dijual dong!

Seperti udah aku jelasin di sini, salah satu cara monetize site/blog adalah dengan Google Adsense. Sekarang aku akan membagikan semua yang aku tahu tentang GA (Google Adsense) selama ini. Buat yang tahu lebih banyak, share di sini dong…

1. Kapan daftar GA? Usahakan situs/blog anda sudah nampak professional dulu sebelum memutuskan untuk daftar GA. Kalo untuk situs, paling tidak sudah ada 10-20 konten. Jangan upload semua konten dalam satu hari, paling tidak submit satu persatu tiap hari atau dalam rentang beberapa hari. Makin tua usia sebuah situs, Google makin suka. Kenapa? Karena Google menganggap situs anda mampu menyediakan informasi yang cukup baik buat para penggunanya. Kalo untuk blog, [denger-denger sih] umurnya harus paling tidak 2 bulan [bener ga sih?], dan kalo bisa sering-sering posting.

2. Asal situs/blog anda dalam bahasa Inggris, dan kontennya memang beneran ada (bukan hanya scam penuh berisi tags ato keyword ato link aja), usianya sudah cukup, dan isinya bukan mengenai hal-hal yang dilarang, maka Google biasanya akan menerima situs/blog anda.

3. Begitu anda sudah pernah diterima, anda bisa meletakkan semua ads anda di situs/blog anda yang lain. Jadi kalo anda membuat situs/blog ke-2, 3, 4 dst, anda tak perlu daftar lagi, cukup sekali aja.

4. GA (Google Adsense) menyediakan banyak ads yang sesuai dengan topik niche serta keyword yang anda bidik. Darimana GA tahu ya? Tentu saja dari meta tag yang udah anda bubuhkan sebelumnya.

5. GA terdiri dari format teks (yang paling disukai), link, gambar, search, RSS feed dan domain. Karena target market terbesar anda adalah orang Amerika (yang notabene paling banyak belanja online, dan paling banyak browsing internet), maka aku sarankan format teks dan link yang paling banyak dipakai.

Pertimbangannya, orang Amrik lebih suka layout yang simpel tapi isinya berbobot (ini berdasarkan pengalaman pribadi). Konten yang informatif adalah prioritas mereka. Dengan menempatkan format teks atau link, kita membuat mereka mengira seolah-olah ads itu adalah bagian dari konten kita. Gambar boleh juga, tapi ini kalau di halaman situs/blog anda belum terlalu banyak gambar dan loadingnya tak terlalu berat.

6. Apakah GA itu beneran sih? Jangan-jangan kita udah capek-capek masang adsnya, tapi duitnya ga keluar? Dan kalopun keluar, gampang ga narik duitnya? Apa harus nukerin dari dollar ke rupiah dulu? Ribet ga?

Menurut pengalamanku pribadi, GA itu memang beneran, bukan scam. Asal kita menaati semua terms and condition dari GA, bisa dipastikan anda akan dapet duitnya kalau sudah mencapai jumlah minimum penarikan, yaitu $100. Menariknya pun gampang, karena pembayaran itu lewat Western Union. Banyak bank yang bekerja sama dengan Western Union, dan meski kita bukan nasabahnya kita tetap bisa menarik uangnya dalam rupiah. Aku sudah pernah sekali melakukan penarikan dari BRI (dan aku bukan nasabah). Gampang kok, tinggal mengisi form dan mencantumkan kode yang diberikan Google. Tunggu sebentar, dan namaku lalu dipanggil oleh kasirnya, dan…sret sret…lembaran-lembaran bergambar Soekarno-Hatta pun berpindah ke tasku!

Jadi, buat yang belum pasang GA, jangan ragu-ragu deh. Cukup masuk aja ke sini dan daftarkan diri anda. Dan inget, jangan coba-coba mengakali om Google loh kalo ga mau situs/blog anda dibanned!

Selanjutnya aku akan beberkan cara memilih dan mencantumkan ads GA ke situs kita. Sampe jumpa…

Jumat, 01 Januari 2010

Membubuhkan Meta Tag

Meta tag adalah kumpulan beberapa atribut pengenal atau identitas website dan artikel-artikel kita untuk dipasang Google dan search engine lainnya di halaman pencarian mereka. Meta tag sekaligus bisa meningkatkan ranking kita di mata SE. Ada beberapa meta tag dalam sebuah situs, dan disarankan agar keyword niche anda tercantum dalam semua tag. Dalam tulisan ini kita akan bersama-sama belajar cara membubuhkan tag ke dalam halaman web, dan tag apa aja yang perlu dicantumin.

Title Tag

Seperti namanya, tag ini adalah untuk memberi judul sebuah halaman web. Judul itu akan terlihat di browser ketika anda membuka halaman tersebut. Kalo anda masih ingat, di posting yang lalu aku sudah menunjukkan bagaimana cara menemukan HTML code di Frontpage kan? Sekarang mari kita ke kode HTML halaman yang udah kita buat, dan perhatikan 3 baris yang ada di antara dan di bagian paling atas, yang aku kotakin warna merah ini ya...

klik gambar untuk memperbesar

Yang pertama adalah:
Membuat Website


Kode itu menunjukkan bahwa judul halaman web tersebut adalah 'Membuat Website'. Lihat setelah halaman itu aku buka di browser, judul tersebut akan muncul...

klik gambar untuk memperbesar

Jangan lupa untuk menyisipkan keyword niche anda dalam title tag ini. O ya, idealnya gunakan font 24 untuk menuliskan judul artikel anda.

Keyword tag

Keyword yang anda bidik, bisa anda masukkan ke dalam keyword tag ini. Lihat lagi kode yang aku tandai di atas. Baris kedua tampak seperti ini:


Kode itu menunjukkan bahwa keyword tag untuk halaman web itu adalah website dan internet marketing. Keyword tag ini memang ga akan muncul pada browser, tapi akan dapat diakses oleh robot Search Engine. Anda bisa memasukkan lebih dari satu keyword, yaitu keyword niche untuk artikel tersebut, juga keyword niche yang lebih umum (yang dipakai untuk website anda), atau keyword lain yang merupakan kata lain dari keyword anda. Dalam kasus ini, misalnya anda bisa menambahkan 'situs' sebagai alternatif untuk 'website'.

Description tag

Selain judul, kita perlu memberikan deskripsi singkat tentang isi artikel kita itu. Description tag ini sama pentingnya dengan title tag, karena dari kedua tag itu, orang akan memutuskan untuk membuka halaman situs anda itu dan membaca isinya atau tidak. Description tag juga akan muncul di hasil pencarian Search Engine. Mari kita kembali ke kode yang ditandai di atas. Lihat baris ketiganya:


Dengan description tag tersebut, calon pengunjung website akan tahu bahwa artikel itu berisi langkah-langkah membuat website bagi pemula. Usahakan membuat description tag ini cukup singkat tapi langsung menunjukkan isi artikel, sekaligus membuat orang penasaran untuk membaca lebih lanjut.

Sekarang gimana caranya membubuhkan meta tag itu ke dalam halaman web?

Letakkan kursor di sembarang tempat di dalam halaman web yang mau disetting meta tag-nya. Klik kanan, dan pilih 'Page Properties'. Maka akan terbuka kotak menu kayak gini:

klik gambar untuk memperbesar

Anda tinggal mengisi kotak 'Title', 'Description', dan 'Keyword' sesuai keinginan anda, dan kalo udah, tinggal klik OK, maka meta tag anda udah tersimpan. Gampang kan? O ya, mumpung kita lagi kerja di Page Properties, aku ulas sekalian tentang cara mengubah warna link. Maksudnya warna font yang menjadi anchor text sebuah link akan berubah otomatis setiap kali kita membuat link, jadi kita ga perlu tiap kali mengubah warna font ketika membuat link. Caranya, setelah klik Page Properties, pilih 'Formatting', lalu lihat di bagian 'Colors'. Langsung pergi ke sebelah kanan, yang ada 'hyperlink', 'visited hyperlink' dan 'active hyperlink'. Lalu kita tinggal pilih warna yang kita kehendaki. Kalo bisa, usahakan warna hyperlink ini matching dengan keseluruhan layout website anda. Misalnya dalam contoh, aku pake warna ungu tua untuk hyperlink.

klik gambar untuk memperbesar

Active hyperlink itu adalah ketika kita klik sebuah link, maka warna link itu akan berubah. Sedang visited hyperlink menandai link yang udah pernah kita buka di sebuah halaman web ketika kali lain kita berkunjung kesana.

Nah...sekarang anda udah belajar semua dasar untuk membangun sebuah situs. Kurasa anda akan bisa mengutak-atik lainnya sambil praktek. Selanjutnya, aku akan membahas tentang Google Adsense, cara membuat iklan adsense dan meletakkannya di situs kita. Oke? Sampe jumpa....

Rabu, 16 Desember 2009

Belajar Frontpage 2

Kalau anda sudah mahir memasukkan teks ke format website seperti pada Belajar Frontpage 1, maka sekarang kita akan belajar memasukkan gambar. Ingat, orang selalu menyukai gambar. Bahkan tak jarang kita tertarik npada suatu tulisan karena ngeliat gambarnya. Maka usahakan untuk menyisipkan gambar untuk setiap artikel anda, tapi selalu pilihlah gambar yang relevan dengan topik.

Untuk memasukkan gambar ada dua cara.

Cara pertama, di area di mana anda ingin menyisipkan gambar, bikin table baru yang terdiri dari 1 baris dan 2 kolom. Tentukan gambar itu mau ditaruh di cell kiri atau kanan, dan tentukan paragraph mana yang akan diletakkan di samping gambar. Kalo misalnya gambar di cell kiri, cut teks paragraph yang anda pilih dan paste di cell kanan. Lalu taruh kursor di cell kiri, tekan “insert” dari main menu, pilih “picture” lalu pilih “from file”, dan ambil gambar yang dipilih.

Setelah itu jangan lupa merapikan layout gambar maupun teks anda dengan klik kanan pada cell, pilih cell properties.

Cara kedua, letakkan kursor di area di mana anda ingin menyisipkan gambar, lalu tekan “insert” dari main menu, “picture”, lalu “from file”. Cari gambar yang diinginkan. Setelah gambar ter-insert akan tampak seperti ini….

klik pada gambar untuk memperbesar


Sekarang taruh kursor pada gambar, klik kanan lalu pilih “Picture Properties”. Kita akan me-wrap gambar itu dengan teks anda. Kelebihan cara ini adalah kita tak perlu memecah teks menjadi paragraf supaya letaknya imbang dengan gambar, Frontpage yang akan menyesuaikan layout sendiri. Beginilah tampilan menunya…

klik gambar untuk memperbesar

Anda bisa memilih gambar akan terletak di kiri ato kanan cell dengan pilih “left” ato “right”. Kita pilih saja left. Lalu setting horizontal dan vertical spacing, yaitu jarak antara gambar dan teks. Biasanya aku memakai horizontal 10 dan vertical 5. Beginilah hasilnya…

klik gambar untuk memperbesar


Sekarang kita belajar cara membubuhkan link. Gampang banget kok, sama kayak nge-link di blog. Tinggal block kata yang mau dijadikan anchor link (menjadi link), lalu klik icon “hyperlink” yang ada di main menu. Lalu akan terbuka kotak seperti ini…

klik gambar untuk memperbesar


Perhatikan bahwa kata yang anda pilih sebagai anchor text akan langsung tertera di kotak “text to display”. Dalam hal ini yang aku pakai adalah kata “artikel anda”. Kalo anda mau membubuhkan internal link (link milik halaman lain dalam website yang sama), anda cukup browse di kolom “Look in”. Kalo anda membubuhkan link milik website lain, anda harus mengetik URL website itu di kolom “Address”. Lihat contohnya di gambar tadi…

Setelah anda klik OK, maka link itu sudah terpasang.

Sekarang, gimana kalo anda ingin meletakkan suatu widget di website anda? Kan biasanya anda harus berurusan dengan HTML code. Nah, di mana sih tempat HTML website kita ngumpet? Cari saja di pojok kiri bawah dari jendela Frontpage anda. Ada sederet tulisan, yang salah satunya berbunyi “code”, nah…inilah tempat versi HTML code dari halaman website kita. Letaknya di sini nih…

klik gambar untuk memperbesar


Tinggal klik aja, maka kita akan berada di halaman yang penuh HTLM code. Kalo mau kembali ke halaman sebenarnya, tinggal klik “design” aja.

Di posting selanjutnya, kita akan belajar tentang “meta tag” dan bagaimana cara membubuhkan meta tag, yang akan mengoptimalkan halaman anda di mata Search Engine. Sampe jumpa....

Jumat, 11 Desember 2009

Belajar Frontpage 1

Kalo anda memutuskan untuk membuat website (disarankan demikian untuk bisnis IrMa – baca disini alasannya!), dan setelah anda menulis beberapa artikel dan membeli domain plus hosting…sekarang waktunya anda membangun website anda dan mempublishnya ke dunia.

Untuk beberapa posting ke depan aku akan memberikan tutorial untuk program pembuatan website (karena aku tahunya hanya Frontpage, hanya program Frontpage aja yang aku bahas). Sekarang memang Frontpage sudah ga ada lagi dalam Microsoft Office, tapi teman-teman bisa mencari versi portabelnya di internet. Aku punya versi portabelnya (langsung dalam bentuk .exe dan bisa disimpan di flashdisk supaya ga menuh-menuhin memory), dan kalo anda memerlukan, aku bisa mengirim dalam CD asal anda ganti ongkos kirimnya ya…

Aku hanya menjelaskan basic-basicnya aja, sisanya bisa anda otak-atik sendiri.

Pertama-tama anda harus bikin table, karena website itu akan terdiri dari tabel-tabel. Caranya cari “Table” di menu bar, lalu klik “Insert” kemudian “Table”. Setelah menu terbuka, anda disuruh menentukan:

Size : Rows (banyaknya baris, untuk sementara kita isi 4), dan Columns (banyaknya kolom, kita isi 4).

Borders: biasanya aku tidak menggunakan border, jadi kita isi 0.
Background: kita biarkan saja sesuai defaultnya yaitu putih. Nanti kita bisa mengotak atik lebih lanjut.

Kalo udah, tekan tombol OK

Taraaa…anda sekarang punya table yang berisi 4 baris dan 4 kolom. Masing-masing kolom atau baris itu akan disebut “Cell”. Untuk mengedit suatu cell cukup menempatkan kursor di cell ybs atau menempatkan kursor di pinggir garis cell hingga muncul tanda , lalu kliklah, maka cell tsb akan ter-block, lalu klik kanan mouse anda, dan pilih “Cell Properties”.

Untuk mengubah lebar atau besar cell, tinggal men-drag kursor anda di garis-garis cell (sama kayak MS Excel). Untuk menentukan layout, cari “Cell Properties”, dan tentukan horizontal alignment serta vertical alignment-nya. Pilihan verticalnya adalah top (tulisan atau gambar ditempatkan di paling atas cell), center (di tengah-tengah cell), atau bottom (di paling bawah cell). Pilihan horizontal: left (rata kiri), center (di tengah) right (rata kanan).

Untuk website yang minimalis, biasanya table kolom paling kiri adalah untuk sidebar. Baris paling atas untuk header. Kolom kedua dari atas dikosongi untuk jarak yang memisahkan header dengan body. Kolom ketiga bisa langsung untuk body, atau kalo anda suka sidebar horizontal, anda bisa menempatkan sidebar itu di kolom ini, lalu bodynya di kolom 4.

Sedang kolom kedua dikosongi untuk jarak antara sidebar dan body. Kolom ketiga untuk body, dan kolom paling kanan untuk jarak saja supaya tulisan kita ga terlalu mepet ke kanan. Otak-atik dulu lebar kolom dan baris ini [scroll ke bawah buat lihat hasilnya].

Header
Sekarang kita berada di baris cell paling atas. Anda bisa membuat header sendiri (kalo aku biasanya minta tolong teman), tapi anda bisa membuat yang sederhana dengan mewarnai kolom.

Pertama-tama block seluruh cell di baris paling atas, klik kanan, pilih “Merge Cell” sehingga seluruh cell teratas menjadi satu kesatuan yang akan dipakai sebagai header. Lalu klik kanan mouse, pilih “Cell Properties”, cari “Background”, dan pilih “color” yang dikehendaki. Aku pilih warna ungu. Setelah itu tekan OK, dan cell teratas anda sekarang sudah berwarna. Tinggal menuliskan nama website anda. [scroll ke bawah untuk liat hasilnya].

Sidebar horizontal
Kalo anda ingin menambah sidebar horizontal, pergilah ke baris cell nomor 3. Misalnya anda mau menambahkan 3 menu, maka klik kanan mouse, pilih “Split Cell”, dan isi jumlah cell = 3. Tambahkan menu-menu anda di ketiga cell yang sudah terbentuk. Scroll ke bawah untuk liat hasilnya.

Body teks
Sekarang buka file artikel yang sudah anda buat di MS Word. Copy semuanya, lalu paste ke kolom ketiga, baris ke 3 atau 4 sesuai pilihan anda. Lalu jangan lupa mensetting layout cell-nya ya…

Sidebar vertical
Karena sidebar ini berisi link-link menuju ke halaman-halaman artikel anda, maka biasanya diberi warna yang berbeda dari body teks agar menarik perhatian. Di sini aku pilih warna ungu muda, sama dengan header.

Akhirnya, seperti inilah tampilan sederhana website kita yang kita bikin pake Frontpage. Ga sulit kan???

klik untuk memperbesar gambar

Selanjutnya, tunggu postingku yang akan datang, yang mengulas tentang cara memasukkan gambar, membubuhkan link dan HTML code.

Selasa, 08 Desember 2009

Mana Yang Lebih Baik: Website Atau Blog?

Setelah anda mulai menulis konten, dan mungkin sudah menghasilkan beberapa tulisan, anda lalu berpikir, what’s next? Mempublikasikannya tentu! Lalu pertanyaan berikutnya adalah: format mana yang akan anda pilih, website? Atau blog? Sekarang aku akan bahas perbedaan keduanya ya…

Untuk membuat website anda harus mampu mengoperasikan salah satu program pembuat website. Yang paling mudah dan simple pengoperasiannya adalah Microsoft Frontpage. Seperti produk keluaran Microsoft lainnya, tak sulit untuk menggunakannya. Tinggal bikin table, copy-paste tulisan anda dari Word, lalu menata layoutnya, membubuhkan link. Selesai. Masalahnya software aslinya tentu mahal banget, tapi kalo mau anda bisa mendownload versi gratisannya di internet. Program ini yang selama ini aku pake.

Program lainnya yang lebih complicated (dan lebih cocok buat yang familiar dengan javascript dan sodara-sodaranya), yaitu Macromedia Dreamweaver. Aku pernah coba memakainya, tapi kepala jadi pusing tujuh keliling….

Ada lagi yang versi open source, yaitu Joomla. Struktur Joomla mirip banget dengan blog. Kata mereka yang udah belajar, Joomla gampang pengoperasiannya. Tapi berhubung aku udah terbiasa dengan Frontpage, ngapain mesti belajar yang lain lagi?

Kenapa sih harus susah-susah belajar program baru demi untuk membangun website?

Alasannya, website punya image yang lebih baik sebagai sumber informasi. Website menunjukkan sisi profesionalitas sebuah perusahaan. Atau bisa dibilang website identik dengan bisnis atau perusahaan. Sedangkan sodaranya, blog, identik dengan perorangan. Kalo anda mau beli barang nih, pilih beli dari perusahaan ato perorangan? Jawab sendiri deh...

Meskipun pada kenyataannya website itu mungkin aja milik perorangan kayak kita-kita juga. Tapi...yang penting kan imagenya!

Tambahan lagi, dengan website kita lebih bebas untuk mengutak-atik tag: title tag, description tag, dll (semua akan ada di posting selanjutnya). Sedang di blog, kita tergantung pada provider blognya, entah itu blogspot ato wordpress.

Jadi saranku lebih baik membuat website, atau kalo anda lebih suka blog, usahakan memilih tampilan yang imagenya profesional. Jangan terlalu berkesan personal. Dan gunakan blog itu khusus dan serius untuk bisnis.

Kalo anda mau membuat blog, anda bisa pakai blogspot ato wordpress, tapi HARUS pake nama domain anda sendiri.

Nah, moga-moga anda sekarang udah nentuin format mana yang akan dipake. Selanjutnya kita akan membicarakan 'tag', bagaimana cara membubuhkannya, dan khusus buat yang memilih website, gimana cara meng-upload semua konten ke server hosting anda. Sampe jumpa.....

Sabtu, 05 Desember 2009

Tips Membeli Domain Dan Hosting

Sesudah anda mulai menulis beberapa buah konten, maka sekaranglah waktunya anda melakukan pembelian domain dan hosting. Loh Fan, bukannya terbalik prosesnya? Nggak juga. Ini sama aja dengan anda menabung beberapa perabotan yang anda sukai, lalu setelah tabungan anda mencukupi baru beli rumahnya, sehingga ketika anda menempati rumah baru itu, anda sudah bisa merasa nyaman dengan perabotan pilihan anda juga.

Kalo anda beli domain + hosting duluan, padahal anda masih harus riset keyword, riset competitor, riset affiliate, lalu menulis konten, beberapa bulan akan tersia-sia dari masa berlakunya domain + hosting itu. Ingat, domain yang kita beli itu jangka waktunya setahun. Kalo sebulan aja dianggurin, mubazir kan? Jadi mending konten udah siap semua, lalu begitu anda beli domain bisa langsung diupload. Hehehe…mau jadi pengusaha, harus mikir cara pengusaha dong!

Memang sih ada yang bilang bahwa domain yang lama dianggurin bisa lebih cepat terindeks ama Google, tapi aku kok ga terlalu percaya ya? Apa ada teman-teman yang punya pengalaman? Selama ini aku berpikir praktis aja, kalo belum perlu ngapain beli sekarang? Siapa tahu di tengah proses kita ga jadi nerusin tema yang udah kita pilih? Kan jadi sia-sia tuh…

Dalam membeli domain, yang paling penting adalah menentukan nama domain itu. Masih ingat artikel yang lalu? keyword niche harus tercantum, salah satunya, dalam nama domain. Kalo anda mencari nama untuk toko, memang harus nama yang indah, pendek dan mudah diingat. Tapi kalo nama domain, bukan hanya indah dan pendek, yang penting adalah keyword niche yang anda bidik harus tercantum di nama domain itu. Yang terbaik adalah kalo keyword niche itu sendiri yang jadi nama domain.

Misalnya keyword niche yang dibidik adalah ‘jogging tips’, maka kalo bisa cari domain: joggingtips.com atau jogging-tips.com. Gimana kalo kedua nama itu ga tersedia? Coba ditambah dengan kata lain, mis. best-jogging-tips.com atau my-jogging-tips.com. Atau utak-atik pemakaian tanda (-), pake dan tidak. Dalam hal ini anda harus ekstra kreatif agar:
  1. Keyword niche tercantum di domain itu
  2. Nama domain sependek mungkin
  3. Ketika orang membaca nama domain itu, langsung akan mengetahui kira-kira situs atau blog anda membahas tentang apa.
Yang penting juga diingat, belilah domain [dot]com! Jangan [dot]net apalagi [dot]co[dot]cc. Domain [dot]com tetap yang paling bagus buat image professional anda. Dan JANGAN sekali-kali pake blog gratisan macam blogspot dan wordpress ya! Masak mau bisnis, fasilitas gratisan?? Lagipula, harga domain sekarang murah kok, di kisaran 95ribu-an untuk setahun. Lalu dimana belinya? Sebaiknya anda beli domain di tempat yang sama dengan beli hosting.

Untuk beli hosting, pilihlah yang sudah punya nama, yang perusahaannya bonafide dan pemakainya banyak (cari di daftar customer dan lihat juga testimony). Keuntungan beli hosting dan domain di tempat yang sama adalah, si penyedia akan langsung mengarahkan domain yang anda beli ke server hosting mereka, sehingga begitu sudah aktif anda tinggal langsung pake aja.

O ya, untuk hosting, karena anda masih baru mulai dan jumlah bandwith yang akan dipakai belum banyak, lebih baik beli yang minim aja, sekitar 1-2Gb. Lihat pemakaian anda selama setahun itu, kalo dirasa udah hampir mencapai plafon bandwithnya, baru anda upgrade ke paket hosting yang lebih tinggi. Lagi-lagi percuma aja beli bandwith besar kalo pengunjung anda baru 10-20 orang per hari kan?

Oke? Sudah siapkah anda memutuskan membeli domain dan hosting? Berarti anda sudah benar-benar siap untuk terjun ke bisnis IrMa. Sampe jumpa ya di posting selanjutnya….

Rabu, 02 Desember 2009

Menentukan Gaya Penulisan Konten Yang Bagus

Perasaan, Fanda beberapa posting terakhir ini nulis tentang konten terus deh! Memang, bukannya mau membuat anda bosan, tapi itu karena konten adalah bagian terpenting dari sebuah situs/blog. Ingat! Tujuan orang pergi ke search engine adalah karena ia butuh informasi. Meskipun ia berniat untuk membeli barang pun, ia tetap butuh informasi mengenai barang itu kan? Beli barang via belanja online kan ga bisa melihat dan memegang-megang barangnya, jadi mereka harus yakin membeli barang yang benar dengan memperoleh sebanyak mungkin informasi mengenai barang itu.

Alasan lain, adalah karena Google sebagai search engine juga amat menyukai konten. Makanya dalam IrMa, ada jargon: Content is the King! Lupakan dulu ilmu-ilmu SEO, tinggalkan dulu Page Rank, jangan pikirkan tentang Google Adsense atau monetize blog. Sekarang, lakukan langkah yang paling penting dulu, dan letakkan dasar dari bisnis IrMa anda, MENULIS KONTEN! Kalo dari awal anda kurang optimal menulis konten, 1001 SEO yang paling jitupun ga akan mendatangkan penghasilan yang optimal.

Jadi…sekali lagi… Bisnis IrMa adalah bisnis serius. Seserius bisnis-bisnis lainnya di dunia bisnis. Rule-nya gampang, kalo anda mau hasil maksimal, lakukan usaha maksimal. Ga ada ceritanya iseng-iseng bisa menghasilkan duit banyak (ada sih memang, tapi itu kan hanya mungkin 1 atau 0,1% aja? Apa anda mau pasrah dan berharap jadi yang 0,1% itu? Atau anda mau take action untuk memperoleh hasil optimal?).

Balik (lagi) ke konten. Konten yang baik adalah yang tulisannya enak dibaca. Sekarang ini orang semakin suka dengan segala hal yang sifatnya ‘personal’. Mereka sudah lelah dikibuli oleh perusahaan-perusahaan besar yang hanya memikirkan keuntungan mereka sendiri. Sebaliknya, mereka lebih percaya pada orang-orang biasa seperti diri mereka sendiri di seluruh belahan dunia yang punya kompetensi di bidangnya. Karena itu, seorang webmaster (pemilik website) atau blogger diharapkan menjadi seorang ahli pada topik yang ia angkat menjadi tema tulisan-tulisannya.

Dan meskipun ahli, orang selalu mengharapkan adanya kehangatan orang lain, meski dalam tulisan sekalipun. Makanya, ketika anda menulis, menulislah seolah-olah anda sedang berbicara pada pembaca anda. Tapi…kan pembacaku belum tentu orangnya sama? Jadi cara bicaraku pasti lain dong kalo aku ngomong dengan kakek-kakek ama anak kecil??

Untungnya…anda sudah menentukan topik niche untuk calon situs/blog anda. Sekarang, inilah yang harus anda lakukan untuk menentukan gaya penulisan yang akan anda terapkan pada konten anda:

Tentukan target pembaca situs/blog anda, berdasarkan topik niche yang anda pilih. Secara gender, tingkat sosial, umur, maupun kondisi mental mereka, juga apa harapan mereka. [Hah…rumit amat sih??] Nggak kok…kita akan pake logika aja. Misalnya nih…anda pilih topik ‘tips for travelling’. Bayangkan, kira-kira siapa yang akan mencari di Google, tips untuk travelling? Mmm…keluarga muda/menengah? [kalo generasi tua biasanya udah punya pengalaman dan untuk amannya mereka akan mengulangi aja pengalaman di masa lalu]. Jadi keluarga muda, usia? Antara 20-45 tahun kali ya? Tingkat sosial? Di sini anda harus menentukan apakah anda akan mengulas tentang liburan yang murah tapi meriah? Atau justru liburan yang kelas mewah?

Ambil aja yang murah-meriah deh, berarti tingkat sosial mengengah-ke bawah. Lalu apa yang mereka harapkan? Tips berlibur yang murah dan efektif. Kondisi mental mereka tentu aja excited karena memikirkan liburan!

Dengan berbekal pengetahuan tadi, anda harus menulis seolah-olah anda lagi ngomong ama sepasang suami istri yang lagi mau liburan. Bayangin deh wajah mereka berdua (misalnya Brad Pitt ama Angelina Jolie yang barusan bangkrut, hehehe…). Kira-kira gimana anda akan ngomong dengan mereka? Yang pasti kata gantinya pasti pake ‘you’ (kata ganti orang kedua jamak). Mungkin supaya lebih santai (orang lagi mikirin liburan kan bawaannya pasti santai?), anda kadang-kadang bisa pake ‘you guys’.

SELALU mulailah dengan menulis untuk Home page anda lebih dulu. Tulisan ini harus SEMPURNA, karena ia adalah tempat pertama yang dikunjungi orang. Kalo tulisan anda di sini belepotan, orang akan ogah masuk lebih dalam ke halaman-halaman yang lain. Ibaratnya home page adalah toko anda, kalo begitu masuk orang melihat toko anda kotor, suram, rak-raknya banyak yang kosong, ia pasti akan putar balik dan segera keluar dari toko anda. Padahal mungkin aja anda menyimpan barang yang bagus di gudang belakang? Nah, salah anda kan kenapa barang yang bagus ga dipajang di etalase paling depan??

Home page gunanya adalah menarik perhatian pembaca, agar ia masuk ke halaman-halaman lain yang di-monetize. Boleh-boleh saja menyisipkan 1-2 iklan di homepage, tapi jangan lebih dari itu, agar konten anda merupakan daya tarik yang paling kuat. Usahakan isi konten mencakup keseluruhan tema secara umum, lalu arahkan pembaca untuk masuk ke halaman-halaman yang membahas tema itu secara spesifik. Ingat ya…pertahankan gaya tulisan dari awal hingga akhir. Kalo gayanya santai kayak contoh di atas, ya santailah terus, tempatkan diri anda sebagai kawan yang memberi advis tentang liburan pada teman anda.

Oke? Selamat menulis ya, dan jangan lupa sambil memperhatikan cara-cara optimal memasukkan keyword niche dalam konten. Sampe jumpa…..

Senin, 30 November 2009

Trik Mengoptimalkan Keyword Niche Dalam Konten

Tulisan ini adalah lanjutan dari posting sebelumnya: Memasukkan Keyword Niche Dalam Konten.

Anda masih ingat kan, jumlah ideal keyword niche yang harus disisipkan ke dalam konten agar konten kita optimal? (optimal untuk ditampilkan Google dan search engine lainnya di hasil pencarian mereka). Kalo udah lupa, baca lagi artikel ini ya!

Nah, masalahnya gimana cara menyisipkan hingga 3% keyword niche ke dalam suatu konten tanpa kentara kalimatnya diulang-ulang? Aku menemukan sebuah trik yang lumayan membantu. Paling tidak, bisa menambah 2-3 jumlah keyword niche tanpa terkesan dipaksakan. Triknya? Bikin sub judul.

Begini, kita comot lagi contoh artikel yang pernah aku bahas di posting yang lalu ya. Ini dia contohnya:

Colon hydrotherapy or also known as colonic irrigation or colonic, is a process of injecting water, or sometimes mixed with herbs, into your colon using special equipment. Colon hydrotherapy could only be done by a doctor or practitioners in hospitals, spa or clinics.

Colon is the last portion of human’s digestive system. Colon’s job is to compact the chime, absorb water, and receive B-vitamins that are produced by healthy intestinal bacteria. When it is clogged by wastes, the poisons within your body will pollute your inner environment, which in result can cause many health problems. Colon hydrotherapy is one way to flush all the toxins from your body.

What Happen During Colon Hydrotherapy?

The colon hydrotherapy usually takes 30-50 minutes to perform. You will be given a hospital gown, and the therapist will ask you to lay down on a table. An equipment will inject warm purified water into your colon. The water will cause the muscles lining the colon to contract and expand, forcing out fecal matter which may include bacteria and undigested food, through an evacuation tube into the machine.

This procedure should not cause any pain, however IBS sufferers who are very sensitive to gut contraction might feel uncomfortable or even painful during colon hydrotherapy.

Although colon hydrotherapy procedure is subjected to remove waste products from your body, there are still chances that good products in the body, such as vitamins, mineral and good bacteria will also removed during the process. Therefore, taking supplements and probiotics are recommended after having colon hydrotherapy.
Please note that colon hydrotherapy is not suitable for people suffering from many inflammatory diseases such as Crohns disease, Diverticulitis, Ulcerative Colitis or Haemorrhoids. It is also dangerous to take it when you are pregnant, having congestive heart failure, carcinoma of the rectum or general debilitation.

Judul artikel di atas adalah “Colon Hydrotherapy”. Nah, yang namanya sub judul adalah “What Happen During Colon Hydrotherapy?”. Kenapa pake sub judul bisa menambah jumlah keyword niche? Karena dalam sub judul itu, keyword niche sudah masuk. Dan setelah itu, kita bisa memasukkan lagi keyword niche itu dalam uraiannya. Secara keseluruhan ga akan tampak sebagai pengulangan karena orang tidak akan membaca sub judul dan uraiannya secara langsung berurutan.

Lihat kan, dalam contoh artikel itu (font warna merah), keyword niche ‘colon hydrotherapy’ langsung muncul di kalimat pertama uraian, padahal dia juga udah muncul di sub judul. Terasa dipaksakan ga? (Kalo nurut aku sih kagak!). Di contoh itu sub judulnya hanya ada 1, tapi anda bisa kok membuat beberapa sub judul dalam sebuah konten. Misalnya anda memilih tema tentang jogging, anda bisa menambahkan: Benefits of Jogging, The Best Time For Jogging, How To Choose Jogging Shoes, dll.

Dengan kreatifitas anda, pasti akan tercipta sebuah konten yang optimal sekaligus enak dibaca dan informatif. Selamat mencoba deh!

Dan sampai jumpa di tips-tips berikutnya….

Selasa, 24 November 2009

Tips Mudah Menulis Konten

Menulis konten untuk IrMa lain dengan menulis pada blog pribadi. Kalau pada blog pribadi kita hanya mempunyai sebuah ide, lalu kita harus bisa mengembangkan ide itu menjadi tulisan yang bagus. Seringkali ide itu sudah ada di kepala, hanya kita jadi kesulitan kala harus menuangkannya dalam untaian kata. Begitu kan?

Menulis konten berbahasa Inggris dan mengenai sebuah topik niche ternyata tidak sesulit yang anda bayangkan kok. Mungkin sebelum ini anda berpikir, wah...nulis dengan bahasa sendiri aja sulit apalagi pake bahasa Inggris! Itu kalo anda harus merangkai kata sendiri. Nah, sekarang aku mau share tips menulis konten yang mudah...

Ide konten

Pertama-tama anda harus udah punya ide tema yang akan ditulis (pasti lah!). Ide itu bisa datang dari:

Pengalaman atau keahlian anda pribadi
Untuk ini mau tak mau anda harus menuliskannya dalam bahasa Inggris (kalau anda mau membuat blog/situs berbahasa Inggris). Kelebihannya artikel itu akan menjadi unik (selama ga ada orang yang meng-copas).

Buku andalan anda
Karena anda hobby atau tertarik pada suatu topik, anda mungkin punya beberapa buku atau majalah mengenai topik itu. Untuk ini anda harus mengemas tulisan menjadi menarik dan menterjemahkannya ke dalam bahasa Inggris. Kalau perlu ambil data dari 2 atau lebih buku, ambil poin-poin penting dari keduanya, lalu susun sebuah tulisan dengan alur yang enak dibaca, lalu tuangkan menjadi artikel berbahasa Inggris.

Riset di internet
Ini cara yang paling banyak aku pakai selama ini. Pake bantuan Google, carilah data sebanyak-banyaknya dari berbagai sumber mengenai topik niche yang akan dipilih, lalu rangkumlah poin-poinnya ke dalam sebuah tulisan dengan gaya anda sendiri.

Takut dibilang copas dan dimarahi pemilik site yang kita 'curi' idenya? Ada tipsnya...


Tips menulis konten yang mudah

Ketikkan niche keyword anda di Google.

Buka beberapa situs dari hasil pencarian Google itu (kalau bisa jangan situs-situs besar kayak Ask[dot]com atau About[dot]com karena artikel mereka banyak dibaca orang, ntar ketauan lagi kalo anda mengambil dari sana…].

Jangan meng-copas mentah-mentah suatu tulisan.
Misalnya anda menemukan tiga artikel di lima situs yang berbeda, tentang topic niche : jogging, pertama-tama bacalah dengan cepat apa saja yang diulas masing-masing artikel itu.

Misalnya artikel no. 1 mengulas jogging tips, benefits of jogging, jogging for weight loss.
Artikel 2 mengulas jogging tips, benefits of jogging, jogging shoes.
Artikel 3 mengulas benefits of jogging, jogging speed, jogging for weight loss.

Sekarang kita akan melakukan mix and match. Agar isi konten anda lengkap, anda bisa memasukkan semua bahasan dari ke-3 situs itu, tapi supaya tidak kentara kalo anda copas, kita akan ambil sedikit-sedikit dari artikel 1, artikel 2 dan artikel 3.

Untuk jogging tips, padukanlah ulasan dari artikel 1 dan 2. Misalnya begini,

Jogging tips dari artikel 1:

1. Consulting your physician is important if you are over weight before getting started with jogging.

2. Give up smoking which, in any case, is detrimental to cardiovascular fitness. Smokers get exhausted fast could lead to palpitations.

3. Get a good pair of jogging shoes.

4. Avoid jogging on hilly terrain to prevent injury. Running downhill, you can tumble down injuring yourself.

5. Take longer and steady strides. Land your steps straight without splaying to prevent ankle injury.

6. Avoid bouncing too much and keep yourself erect. Don’t hunch over.

7. Choose a pristine place to jog.

8. Begin slowly and increase speed as you get used to jogging. As a thumb rule, you can step up speed by 10-12 meters a week.

9. Carry a walkman along. Music helps relax the mind.

Jogging tips dari artikel 2:

a. Talk to you doctor first. Only start jogging once you have a ‘go-ahead’ from your doctor. He may do a stress test to check your condition.

b. Begin with power walking. The idea is to gradually bring your fitness level to a point where you can start jogging short distances. Further, before you begin your session do warm-up exercises and stretch around a bit.

c. Get a training ‘buddy’ to keep you motivated and to offer you company and safety! If it’s your spouse, then all the better! It will help you beat the early morning blues.

d. Dress appropriately. Bright clothes are recommended as you will be more visible to cars and other pedestrians. Choose the right footwear so your feet have good support to keep you going.

e. Try different brands especially with regard to footwear. Sometimes your aches and pains could be because of poor shoe constructions. Don’t let that stop you. Change brands and find out what you’re comfortable with.

f. Don’t ignore signs. If your body is crying for you to stop. Then stop. Don’t push your body too much. If you feel any sharp pain, then discuss it with your doctor. It could be a serious injury.

g. After a strenuous jogging session, don’t stop running all of a sudden. Gradually lessen your pace and let your muscles relax as you wind down.

h. Always carry a bottle of water. Take a few sips every now and then to keep your body hydrated.

i. Be consistent. Don’t just jog once a month, prepare your body for 3 sessions every week of about 30 minutes each. Stick to the schedule that you have prepared in consultation with your trainer.

j. Enjoy it. Don’t look at jogging as a chore that you have to do. Look forward to your session as something therapeutic and relaxing.

Sekarang amati dari tips-tips di kedua artikel (lihat kata yang diwarna adalah intinya), ada yang hampir sama ada yang beda. Tips yang hampir sama akan kita jadikan satu sehingga bahasannya jadi lebih komplet. Yang beda, akan kita masukkan semuanya, sekali lagi biar lebih komplet plet… Gini nih caranya menggabungkan tips dari kedua artikel:

Perhatikan bahwa poin no. 1 dari artikel #1 dan #2 sama. Kita bisa gabung menjadi satu poin, tapi jangan dicopas semuanya dan artikel #2 langsung ditambahkan ke artikel #1. Comot kalimat atau kata-katanya secara bergantian dari artikel #1 dan #2, misalnya:

Consulting your physician (dari artikel #1) + talk to your doctor (dari artikel #2) = Consult your doctor (lihat kan, kalimat pembukanya aja udah beda dengan kedua artikel). Begitu seterusnya, sehingga akhirnya poin no. 1 dari artikel anda sendiri menjadi:

It is important to consult your doctor first before getting started with jogging. He may do a stress test to check your condition, or to check whether you are over weight.

Nah, kalimatnya kalo udah jadi terdengar hebat kan? Padahal itu adalah hasil mix and match kita dari 2 artikel lain di internet. Kalopun kedua pemilik artikel itu membaca kalimat ini, mereka ga akan curiga kalo anda copas, karena bunyinya kan lain meski artinya sama. Ya kan?? Kalo perlu acak juga urutan poin-poinnya. Yang nomor satu jadi nomor 3, nomor 2 jadi 5, nomor 4 jadi 1, dst.

Lakukan satu persatu...dan anda akan mendapatkan konten unik milik anda.

Ga sulit kan bikin konten? Ssstt...jangan rame-rame ya! Ide tips ini aku dapet ketika aku masih belajar ama Asian Brain-nya Anne Ahira. Waktu itu mereka menyediakan niche topik dengan harga 50ribu/topik. Karena waktu itu aku masih culun, aku coba beli aja pengen tau gimana sih yang namanya niche topik? Dan ternyata...isinya... ya hanya beberapa artikel dari beberapa sumber yang dijadikan satu file! Buset!! Tau gitu aku cari sendiri di Google!!

Tapi sekarang aku beberkan rahasia itu buat anda semua, gratis kok. Buat apa aku dapet 50ribu dari anda, tapi habis itu anda ngedumel karena ternyata anda bisa mendapatkannya gratis dari internet?

Ayo...segeralah menulis konten unik anda dari niche keyword yang sudah anda kumpulkan! Sampe jumpa...