RSS
Tampilkan postingan dengan label Google Adsense. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Google Adsense. Tampilkan semua postingan

Selasa, 02 Maret 2010

Langkah Dan Trik Memasang Google Adsense

Setelah beberapa lama ga sempat meneruskan topik tentang Google Adsense, sekarang kita langsung ke langkah dan trik untuk memilih ads agar tampilannya bagus dan efektif menghasilkan pundi-pundi $$ ke website anda!

Pertama-tama kita membahas langkah-langkah membuat ads agar tampak menjadi bagian dari konten. Masuk dulu ke account GA-mu (masih inget ga cara memilih ads? Lihat ke sini ya..)

1. Pilih model ads
Kita mulai dengan memilih model ads pada kotak pilihan. Misalnya kita pilih “Large Rectangle”, seperti gambar dibawah ini,

klik untuk perbesar gambar

2. Pilih warna
Lalu memilih warna pada bagian “Palletes” dibawah jenis ads. Caranya klik di setiap kotak di sebelah kanan border, background dsb, maka akan keluar sebuah pallet warna.

Background – warna background ini HARUS SAMA dengan background websitemu. Kalo warna background website anda ga ada yang pas dengan pilihan warna di palletes, cek dulu kode warna website anda, lalu masukin kode itu di kotak kode (lihat gambar G7). Misalnya saja background website anda warna kuning, kodenya FFF555, maka masukin kode itu, dan warna background ads berubahlah (preview ads ada di sebelah kiri). --> lihat gambar

klik untuk perbesar gambar


Border – warna border HARUS SAMA dengan background ads agar ads ini tak tampak sebagai bagian yang tersendiri, melainkan satu bagian dengan konten.

Title dan URL – SAMAKAN warna link title dan URL dengan warna link yang sudah anda setting.

Text – SAMAKAN juga dengan warna teks konten website anda.

Cek di preview apakah ads sudah sesuai dengan keinginan anda, dan sesudah itu klik ‘Continue’ di bagian bawah halaman.

3. Ad Channels
Sekarang kita mendarat di halaman “Choose Ad Channel”. Kalo anda berniat memasang GA di beberapa website sebaiknya anda melengkapi Ad Channel ini. Gunanya, anda bisa memantau laporan penghasilan GA anda itu dari website yang mana saja dan akan ada breakdown penghasilan dari masing-masing website. Caranya? Cukup klik “Add new channel” aja dan isikan website anda. Jangan lupa klik “Continue” kalo udah selesai. (Note: untuk selanjutnya anda ga perlu mempedulikan menu ini kecuali anda punya website baru, tinggal add new aja. Bila tidak…skip dan continue aja..).

4. Di halaman selanjutnya anda hanya perlu mengecek apakah ads yang anda buat sudah OK. Pada kotak di bagian “Adsense Unit Nama”, berikan nama ads ini agar kelak kalo mau mengedit, kita gampang mencarinya. Ga usah susah-susah, kasih aja judul halaman konten yang mau dipasangin ads ini, misalnya “home, 336x280, created 2/16/10” (tambahkan aja nama itu di paling depan). Dan kalo udah, maka anda tinggal klik “Submit and get code”. Dan….

Voilaaa…keluarlah script code ads anda. Tinggal copy scriptnya dan paste ke tempat di mana anda mau meletakkan ads tersebut.


Sekarang aku akan beberkan beberapa trik untuk memilih model ads untuk dimasukkan ke dalam halaman konten.

1. Memberi efek ‘lebih panjang’ pada konten
Kalo konten itu agak terlalu pendek, aku menyiasatinya dengan menaruh ads yang besar dan tampilannya mirip dengan bagian dari konten, yaitu “Large Rectangle (336x280)”. Misalnya kita hanya punya 2 paragraf untuk konten, dengan iklan itu kita letakkan di tengah-tengah konten, antara paragraph 1 dan 2, maka otomatis kontennya kan jadi terlihat lebih banyak, iya kan? Contohnya kayak gini nih...

klik untuk perbesar gambar

Kalo konten mengandung teks yang membagi uraian ke dalam beberapa point, misalnya: “Untuk mengatasi rambut rontok, ada beberapa kiat yang bisa kita pakai:…”. Nah, ads tadi kita letakkan persis di bawah kalimat itu, baru kemudian di bawah ads itu, anda isi dengan kiat-kiat yang sebenarnya. Karena, orang pasti secara otomatis mencari di bawah induk kalimat tadi. Kadang-kadang adsnya ga matching sih, tapi yang penting pembaca udah paling tidak melirik ke ads kita, dan mungkin membacanya, …dan moga-moga tertarik dan mengkliknya…!

Untuk mengisi tempat kosong di sebelah kanan Large Rectangle ad, anda bisa menyiasati dengan menaruh gambar ato….memajang banner affiliate anda (apa lagi tuh affiliate? Buat yang belum tahu, tunggu posting selanjutnya deh..).

2. Kalo konten anda tampak bagian sebelah kanannya kosong (biasanya kalo anda menulis poin-poin berurutan yang pendek-pendek), misalnya:

Hobbyku adalah:
- membaca
- ngeblog
- menulis
- dengerin music

Maka bidang yang sebelah kanan kan kosong bin sepi tuh? Nah, kita bisa menyisipkan ads yang sesuai dengan space yang ada. Kalo untuk contoh diatas mungkin kita bisa pake ads yang model link 200x90_4.

Itulah sedikit trik meletakkan Adsense. Semoga berguna deh…

Senin, 01 Februari 2010

Jenis-Jenis Google Adsense

Kalau anda sudah mendaftarkan diri ke Google Adsense (GA) dan sudah diterima, berarti anda sudah siap untuk memonetize blog/website anda. Saat ini aku hanya memberikan info tentang cara memilih Google Adsense dan meletakkannya di website atau blog.

Langsung aja kita mulai. Log in dulu ke account Adsense anda, maka akan terbuka halaman seperti ini…

Klik untuk perbesar gambar

Kebetulan penghasilanku hari ini masih “0” tuh, hiks…

Lalu pilihlah "Adsense Setup" di pilihan horizontal menu. Di sana akan ada beberapa pilihan ads.

Adsense for Content – ini jelas yang paling banyak kita butuhkan. Ads-ads ini berupa konten tulisan maupun gambar yang kita selipkan diantara konten artikel kita.

Adsense for Search – kalo yang ini, kita akan menempatkan kotak “Search” di website kita. Saat ada pengunjung yang menggunakannya (dengan mengklik tentu), maka si pengunjung akan mendapat hasil pencarian dari Google, dan kita akan mendapat penghasilan dari klik itu.

Lalu ada juga Adsense for Feeds dan Adsense for Parked Domain. Keduanya aku ga terlalu mengerti dan karena terlalu sulit, jadi ga pernah masang…

Sebaiknya kita langsung saja membahas Adsense For Content. Kalo anda klik, anda akan dihadapkan pada dua pilihan lagi, Ad Unit atau Link Unit. Ad Unit adalah ads yang berbentuk teks atau gambar. Sedang Link Unit hanya berupa deretan atau barisan beberapa link.

Gambar GA2. Klik untuk perbesar gambar

Ad Unit sendiri ada beberapa pilihan (lihat gambar GA2 di atas), teks dan image, teks aja, atau image aja. Gimana bentuknya ya? Silakan meletakkan pilihan di Ad Unit, lalu pilih “Text ads only”, lalu klik “Continue”, maka kita akan tiba di sini…

Klik untuk perbesar gambar

Di bagian Format, klik “Ad Formats”, maka anda bisa ngintip model-model ads yang disediain Google. Kalo anda scroll down terus, anda juga akan ngeliat contoh ad yang model link juga. Lalu model mana yang harus dipilih ya? Boleh dicomot semua ga? Eits…ga boleh serakah ya! Lagipula gimana tanggapan orang kalo website anda isinya lebih banyak iklan daripada konten?

Pada setiap halaman website (atau blog) kita, Google hanya memperbolehkan kita menempatkan 3 Ad Unit dan 1 Link Unit. Inget-inget ya! Soalnya kalo anda melebihi quota, iklan anda akan ada yang ga muncul. Kalo itu terjadi, cek apa anda ga kebanyakan naruh ads-nya? Sekaligus mau ngingetin Sibaho, kayaknya ads anda yang di blog Learning TPS terlalu banyak, sehingga ada bidang kosong di posting ke 4,5, dan 6.

Model mana yang paling bagus? Semuanya bagus, tergantung kelihaian anda untuk menyamarkan ads itu agar bisa melebur di dalam konten, sehingga ads itu akan sepintas lalu dianggap satu kesatuan isi dengan konten anda. Mengapa begitu? Tentu saja untuk membuat orang tertarik untuk mengklik ads itu. Kalo ads anda keliatan sebagai iklan, mungkin orang akan berpikir, “Ah…iklan lagi..”, maka ia mungkin akan melewatinya. Tapi kalo anda meletakkannya sedemikian rupa hingga tampak seperti lanjutan paragraph artikel anda, maka ia mungkin akan mengklik link ads anda karena mengira link itu adalah lanjutan paragraph artikel anda sebelumnya.

Penipuan yaa?? Bukan…hanya bertindak smart aja. Hehehe… Anyway, dengan ads yang melebur dengan artikel, bukankah tampilan website kita juga akan kelihatan makin rapi? Kalau tak percaya, coba intip beberapa blog milik teman-teman yang iklannya tertata rapi.

Blog milik Sibaho (di sebelah kiri tiap posting)
Blog milik mas Anthony Harman (di kiri atas halaman)

Perhatikan bahwa iklan itu terlihat melebur dengan konten sehingga tampak sebagai bagian dari konten atau template blognya.

Semoga posting kali ini bermanfaat, dan pada posting berikutnya aku akan share trik-trik yang aku pakai untuk memilih ads untuk aku pasang di websiteku. Sampe jumpa…

Kamis, 28 Januari 2010

Pasang Adsense Tapi Ga Ada Yang Klik?

Tadinya aku lagi nyiapin tulisan tentang cara membubuhkan Google Adsense (GA) untuk website, tapi karena ada sebuah pertanyaan menarik di komentar pada posting yang lalu, maka aku sela dulu postingnya. Pertanyaannya datang dari Vicky:

Mbak, tulisin tentang Adsense bikinan Indonesia dong. Kenapa kita udah pasang iklan tapi belum ada yang ngeklik juga. Gimana caranya supaya dapet keuntungan dengan masang iklan Adsense.

Menarik juga pertanyaan ini, karena sampai sekarang masih banyak orang berpikir bahwa internet marketing, GA dsb-nya adalah ‘magic business’. Sebenarnya, itu mungkin salah orang-orang yang mengiklankan diri sebagai ‘pakar bisnis’ dan memasang iklan gede-gede: “Mau bisnis yang gampang tapi untungnya banyak? Banjir uang dalam sekejap tanpa modal?”. Well, in case anda lupa, aku ingetin lagi ya, bahwa ga ada yang namanya bisnis gampang yang dapet uang dalam sekejap. Internet marketing, sama seperti bisnis lainnya, membutuhkan USAHA. Sulit sih tidak, tapi tetap kita ga bisa asal pasang iklan saja di blog/situs kita, lalu kita menjalani hidup seperti biasa sambil berharap banyak orang berebutan meng-klik iklan kita.

Maka, untuk menjawab pertanyaan Vicky tadi, ayo kita telusuri hal-hal berikut:

1. Gimana caranya supaya banyak orang mengklik iklan kita?
Tentunya dengan menarik pengunjung supaya masuk dan membaca konten, dengan harapan mereka akan mengklik iklan. Agar makin banyak yang klik iklan, anda harus makin banyak menarik pengunjung.

2. Lalu, supaya orang yang masuk ke blog/situs kita itu tertarik untuk meng-klik iklan, gimana caranya?
Sekarang mari kita berpikir, kalo kita pergi ke suatu situs, kira-kira apa kita juga akan mengklik iklan yang ada di situ? Mmm…yah..kalo iklannya menarik, mungkin aja aku klik buat ngeliat. Misalkan, Fanda itu cinta banget ama buku. Jadi, kalo dia ngeliat iklan: “Dapatkan buku-buku terbaru terbitan Gramedia dengan diskon 50%”, nah..100% dijamin dia akan klik tuh iklan! (sayangnya belum ada iklan kayak gitu! Hehehe…).

Kesimpulannya, kita akan mengklik iklan yang berkaitan dengan keinginan, interest atau kebutuhan kita. Kalau gitu, berarti untuk mendapatkan orang yang mau mengklik iklan kita, kita harus menarik orang-orang yang TERTARIK atau BUTUH sesuatu yang ada di iklan itu.

3. Masalahnya di GA, kita tak bisa memilih iklan yang akan tayang di blog/situs kita. Kita hanya nentuin layout dan tampilan saja, bukan isinya. Untuk itu, kita musti tahu bahwa Google akan menyesuaikan isi iklannya dengan isi situs/blog kita. Gimana Google tahu blog/situs kita bertema apa? Ya, dari meta tag yang kita masukkan (keyword, description, dsb. Liat deh posting yang membahas soal meta tag).

Nah, aku sempat ngintip blog Vicky yang udah di-monetize. Di situ ada satu iklan GA yang isinya layanan masyarakat. Iklan semacam itu akan nongol kalo Google tak punya iklan yang sesuai dengan isi blog/situs kita, atau…nah ini mungkin masalahnya, om Google ga tau blognya Vicky itu tentang apa, sehingga beliau bingung mau milihin iklan yang tepat buat ditayangin di blog itu.

Ingat kan, aku udah pernah membahas disini dan disini, bahwa sebaiknya kalo mau bermain GA, buatlah blog/situs berbahasa Inggris dan memiliki tema yang niche. Blog Vicky, aku ga ragu, adalah blog yang bagus. Isinya menarik, pengunjungnya banyak. Tapi tetap isinya adalah ‘gado-gado’ alias tak ada niche tertentu yang dibidik. Jadi kalo aku boleh saranin buat Vicky, mendingan GA-nya ditaruh di blog berbahasa Inggris aja, tapi blog itu harus konsisten mengusung 1 tema niche. Dengan begitu, orang-orang yang masuk ke blog itu adalah orang-orang yang sudah tertarget, yaitu yang punya interest atau kebutuhan dengan tema niche kamu. Dengan begitu, kemungkinan mereka untuk mengklik iklan yang ada udah disediain om Google sesuai tema niche-mu, sangat besar.

Selain itu, cara kita menampilkan iklan itu juga mempengaruhi orang untuk mengklik iklan. Untuk bahasan ini, aku akan ulas di posting berikutnya (harap sabar ya, soalnya harus ngambil banyak contoh, dan jariku udah mulai keriting nih…).

Sementara itu, semoga jawaban ini bisa menjawab pertanyaan kamu, Vick! Sedang mengenai adsense lokal, aku ga pernah pake, jadi ga bisa kasih saran.

Sampe jumpa…

Selasa, 19 Januari 2010

Serba-Serbi Tentang Google Adsense

Anda pasti sudah tahu sekarang cara membuat konten yang bagus, kalo belum kembali lagi ke sini ya! Nah, ibaratnya anda udah menata interior toko anda dengan bagus, sekarang tinggal memilih barang yang akan dipajang untuk dijual dong!

Seperti udah aku jelasin di sini, salah satu cara monetize site/blog adalah dengan Google Adsense. Sekarang aku akan membagikan semua yang aku tahu tentang GA (Google Adsense) selama ini. Buat yang tahu lebih banyak, share di sini dong…

1. Kapan daftar GA? Usahakan situs/blog anda sudah nampak professional dulu sebelum memutuskan untuk daftar GA. Kalo untuk situs, paling tidak sudah ada 10-20 konten. Jangan upload semua konten dalam satu hari, paling tidak submit satu persatu tiap hari atau dalam rentang beberapa hari. Makin tua usia sebuah situs, Google makin suka. Kenapa? Karena Google menganggap situs anda mampu menyediakan informasi yang cukup baik buat para penggunanya. Kalo untuk blog, [denger-denger sih] umurnya harus paling tidak 2 bulan [bener ga sih?], dan kalo bisa sering-sering posting.

2. Asal situs/blog anda dalam bahasa Inggris, dan kontennya memang beneran ada (bukan hanya scam penuh berisi tags ato keyword ato link aja), usianya sudah cukup, dan isinya bukan mengenai hal-hal yang dilarang, maka Google biasanya akan menerima situs/blog anda.

3. Begitu anda sudah pernah diterima, anda bisa meletakkan semua ads anda di situs/blog anda yang lain. Jadi kalo anda membuat situs/blog ke-2, 3, 4 dst, anda tak perlu daftar lagi, cukup sekali aja.

4. GA (Google Adsense) menyediakan banyak ads yang sesuai dengan topik niche serta keyword yang anda bidik. Darimana GA tahu ya? Tentu saja dari meta tag yang udah anda bubuhkan sebelumnya.

5. GA terdiri dari format teks (yang paling disukai), link, gambar, search, RSS feed dan domain. Karena target market terbesar anda adalah orang Amerika (yang notabene paling banyak belanja online, dan paling banyak browsing internet), maka aku sarankan format teks dan link yang paling banyak dipakai.

Pertimbangannya, orang Amrik lebih suka layout yang simpel tapi isinya berbobot (ini berdasarkan pengalaman pribadi). Konten yang informatif adalah prioritas mereka. Dengan menempatkan format teks atau link, kita membuat mereka mengira seolah-olah ads itu adalah bagian dari konten kita. Gambar boleh juga, tapi ini kalau di halaman situs/blog anda belum terlalu banyak gambar dan loadingnya tak terlalu berat.

6. Apakah GA itu beneran sih? Jangan-jangan kita udah capek-capek masang adsnya, tapi duitnya ga keluar? Dan kalopun keluar, gampang ga narik duitnya? Apa harus nukerin dari dollar ke rupiah dulu? Ribet ga?

Menurut pengalamanku pribadi, GA itu memang beneran, bukan scam. Asal kita menaati semua terms and condition dari GA, bisa dipastikan anda akan dapet duitnya kalau sudah mencapai jumlah minimum penarikan, yaitu $100. Menariknya pun gampang, karena pembayaran itu lewat Western Union. Banyak bank yang bekerja sama dengan Western Union, dan meski kita bukan nasabahnya kita tetap bisa menarik uangnya dalam rupiah. Aku sudah pernah sekali melakukan penarikan dari BRI (dan aku bukan nasabah). Gampang kok, tinggal mengisi form dan mencantumkan kode yang diberikan Google. Tunggu sebentar, dan namaku lalu dipanggil oleh kasirnya, dan…sret sret…lembaran-lembaran bergambar Soekarno-Hatta pun berpindah ke tasku!

Jadi, buat yang belum pasang GA, jangan ragu-ragu deh. Cukup masuk aja ke sini dan daftarkan diri anda. Dan inget, jangan coba-coba mengakali om Google loh kalo ga mau situs/blog anda dibanned!

Selanjutnya aku akan beberkan cara memilih dan mencantumkan ads GA ke situs kita. Sampe jumpa…